suplemenGKI.com

FOKUS UNTUK SANG MESIAS

Yohanes 1:29-34

 

PENGANTAR
Yohanes Pembaptis hadir mendahului perjalanan pelayanan Sang Mesias.  Dia sadar betul siapa dirinya dan untuk apa panggilan hidupnya.  Situasi seperti apakah yang dihadapi Yohanes?  Apa saja berita yang disampaikan kepada semua orang?  Untuk siapa fokus beritanya?  Mari kita baca dan renungkan bacaan hari ini!

PEMAHAMAN

  • Siapa saja yang mempersoalkan kehadiran dan pelayanan Yohanes?
  • Berita apakah yang disampaikan Yohanes? (ayat 29-31)
  • Bacalah secara perlahan teks hari ini.  Kebenaran apa yang saudara dapatkan terkait dengan siapa fokus hidup dan pelayanan kita?

Perikop sebelumnya memperlihatkan bahwa para imam, orang Lewi, dan orang Farisi datang kepada Yohanes untuk meminta penjelasan (ayat 19, 24).  Serentetan pertanyaan diajukan kepada Yohanes tentang dirinya.  Yohanes dianggap seorang pengganggu, karena berada di luar sistem agama Yahudi saat itu, apalagi dia tidak memegang jabatan tertentu dalam pelayanan di rumah ibadah orang Yahudi.  Kehadirannya dipertanyakan, kiprah pelayanannya disepelekan, dan kuasa yang dimilikinya untuk membaptis diragukan.  Semua ini ditimbulkan oleh kelompok yang menyebut diri sebagai “elite rohani”.  Tetapi Yohanes sama sekali tidak memanfaatkan kesempatan itu untuk meninggikan dirinya, atau mencatut nama Mesias demi keuntungan dan kepentingan pribadi.  Justru kesempatan itu dia pakai untuk menjelaskan siapa dirinya dan siapa Mesias yang dinanti-nantikan Israel.

Yohanes sadar betul akan tugas panggilan dan misi yang diembannya, bahwa dia memusatkan pelayanan dan kesaksiannya pada sang Mesias, yaitu Yesus Kristus.  Dia hanyalah utusan dari Allah untuk Sang Mesias.  Dan Yohanes Pembaptis telah membuktikan bahwa seorang utusan yang baik tidak akan pernah berpikir apalagi bertindak berani untuk merebut kemuliaan Tuhan yang dilayaninya.  Yohanes bersaksi bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Lebih jauh, dapat dilihat isi kesaksian Yohanes.  Pertama, ia bukanlah Mesias yang ditunggu-tunggu umat Israel.  Yohanes hanyalah merupakan suara yang menyaksikan Yesus, Sang Mesias (ayat 30).  Kedua, Yesus akan membaptis dengan Roh Kudus (ayat 32-33).  Yohanes membaptis untuk menyatakan siapa Yesus kepada Israel (ayat 31).  Melalui baptisan yang dilakukannya, ia dapat memperkenalkan Yesus, Anak Allah yang berkenan kepada-Nya.  Ketiga, Yesus adalah Anak domba Allah (ayat 29).  Istilah Anak domba Allah dikaitkan dengan dosa dan dunia.  Hal ini memberikan pengertian bahwa Kristus, sebagai kurban, disediakan Allah bagi umat yang berdosa.  Tujuan pengurbanan-Nya untuk menghapus dosa manusia.  Lingkup penebusan-Nya tidak terbatas kepada umat Israel saja, melainkan kepada seluruh suku di dunia.  Sekali lagi, sentralitas Yesus dalam kesaksian Yohanes terlihat jelas.

REFLEKSI
Mari merenungkan: pelayanan dan kesaksian hidup yang berpusat pada Sang Mesias, Yesus Kristus, akan menjaga kita dari kejatuhan merebut kemuliaan Tuhan.  Mari mewujudkan pelayanan yang Kristosentris.

TEKADKU
Ya TUHAN tolonglah agar aku fokus pada panggilan-Mu untuk menyaksikan Engkau, bukan untuk menunjukkan siapa diri ‘saya’.  Tolonglah aku agar tidak terjebak untuk mempermuliakan diri sendiri.

TINDAKANKU
Mengevaluasi diri apakah aku masih fokus memberitakan dan memuliakan Sang Mesias?  Jangan-jangan aku sudah mulai merebut kemuliaan-Nya, ingin memperlihatkan siapa ‘saya’.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«