suplemenGKI.com

 

Jalan Keselamatan

Jalan Keselamatan

Mazmur 53

Keselamatan Datang Dari Tuhan

Mazmur ini merupakan pengulangan dari Mazmur 14. Dalam Mazmur 14, Daud banyak menggunakan istilah Yahweh yang berbicara lebih spesifik kepada orang Israrel, dalam Mazmur 53 ini Daud menggunakan istilah Elohim yang bersifat lebih universal kepada bangsa-bangsa lain. Tidak disebutkan secara jelas konteks penulisan Mazmur ini, kemungkinan menggambarkan kekacaubalauan tentara Aram akibat kuasa Tuhan (2 Raj 7:6,7).

  1. Bagaimana Daud menyebut orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan? (ay.2)
  2. Bagaimana Daud menggambarkan perbuatan orang-orang yang tidak percaya Tuhan?
  3. Bagaimana iman percaya Daud menghadapi hal ini? (ay.5-7)

Renungan:

Daud menyebut orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan sebagai orang bebal. Orang bebal berbeda dengan orang yang tidak berpengetahuan atau tidak memiliki intelektual yang tinggi. Banyak di antara mereka adalah seorang dengan kepandaian dan pengetahuan yang tinggi. Orang bebal adalah orang yang mengeraskan hatinya untuk mengakui adanya Tuhan. Mereka menolak keberadaan Allah dan keselamatan yang dari Tuhan. Mereka mengatakan dalam hatinya, “Tidak ada Allah.” Mereka meyakini segala sesuatu terjadi bergantung pada kekuatan mereka sendiri.

Penolakan akan keberadaan Tuhan membuat orang bebal berbuat sesuka hati mereka. Karena mereka meyakini kehidupan ditentukan oleh kekuatan mereka sendiri, mereka berlomba saling menjatuhkan satu dengan yang lain. Mudah sekali bagi mereka untuk menindas dan menghancurkan bangsa lain demi keberlangsungan hidup mereka sendiri. Mereka  tidak peduli akan keadilan dari Tuhan karena memang mereka menolak Tuhan. Siapa yang kuat, mereka yang akan bertahan. Daud menyebut perbuatan mereka sebagai busuk dan jijik kecurangan mereka, tidak ada yang berbuat baik (ay.2).

Ayat 5-6 menggambarkan keyakinan Daud akan kuasa Tuhan atas alam semesta ini. Daud percaya bahwa Tuhan mengontrol kehidupan ini. Itu sebabnya Daud tidak gentar menghadapi musuh-musuh yang dengan kekuatannya berusaha melawan dan menghancurkan bangsa Israel. Bagaimanapun kuat dan besarnya musuh yang menyerang Israel, Daud tidak gentar sebab keyakinan Daud akan kedaulatan Tuhan dalam kehidupan ini. Daud percaya, dengan pertolongan dari Tuhan, musuh yang kuat sekalipun sanggup dikalahkan dan Tuhan menganugerahkan kemenangan bagi umat yang percaya dan berharap pada-Nya.

Pada bagian terakhir mazmur ini, Daud menyatakan keyakinan imannya kepada Tuhan. Daud tetap meletakkan pengharapannya kepada Tuhan. Bagi Daud keselamatan hanya datang dari Tuhan. Jika Israel menang, itu karena Tuhan yang memulihkan keadaan mereka, bukan kekuatan mereka sendiri (ay.7). Marilah kita meletakkan seluruh pengharapan hidup kita hanya kepada Tuhan. Amin

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*