suplemenGKI.com

Ibrani 10:5-10

 

“Allah Mengatasi Yang Tidak Bisa Kita Atasi”

Pengantar:
Seorang anak muda ditugasi oleh atasannya untuk memindahkan beberapa karung beras dengan berat masing-masing satu kwintal dari gudang ke toko yang berjarak kira-kira 150 meter. Awalnya dia ragu apakah dia sanggup melakukannya, tetapi karena itu adalah perintah bos, ia harus melakukannya. Angkatan karung pertama, kedua dan ketiga ia masih mampu tetapi untuk karung-karung selanjutnya dia mulai lemas dan terduduk kehabisan tenaga. Dalam hatinya di berkata “aku sudah tidak mampu lagi…” Namun rupanya dia tidak menyadari ternyata dari kejauhan ada seorang paruh baya yang dari tadi memperhatikannya. Melihat anak muda itu terduduk lemas, orang tersebut menghampirinya dan berkata “mari nak ayah bantu”. Betapa kagetnya dia karena sekalipun dia tidak menyadari namun ternyata ayahnya sejak tadi siap menolong mengatasi masalah yang tidak bisa diatasinya.

Pemahaman:

  1. Pesan penting apa yang hendak disampaikan penulis Ibrani dalam ayat 5-7?
  2. Apa yang hendak ditegaskan melalui pernyataan penulis di ayat 8-9?
  3. Bagaimana hasil kehadiran Tuhan Yesus Sang korban yang sempurna itu? (v. 10)

Ibrani 10:5-10 ini mengingatkan kita bahwa manusia dalam keberdosaannya walaupun telah berusaha untuk mengatasi masalah dosanya dengan mempersembahkan hewan korban penghapus dosanya secara berulang-ulang, tetapi ternyata itu tidak dapat menyelamatkannya. Tindakan mengorbankan hewan sebagai korban penghapus dosa itu hanya mengingatkan manusia tentang dirinya adalah manusia berdosa, tetapi tidak dapat menghapus dosanya (v. 11). Itu sebabnya dikatakan, Allah tidak berkenan pada korban-korban hewan, tetapi menaati kehendak-Nya itulah yang dikehendaki Allah (v. 8). Karena manusia tidak mampu mengatasi masalah dosanya maka Allah datang di dalam Tuhan Yesus Kristus sebagai Imam Besar Agung tetapi juga sekaligus sebagai korban penghapus dosa melalui pengorbanan diri-Nya sekali untuk selamanya sebagai korban menebus dosa yang sempurna dan utuh (v. 5-7). Dan itu dilakukan Yesus dengan ketaatan yang sempurna dan utuh pula sehingga mendatangkan keselamatan sempurna bagi yang percaya pada-Nya. Ayat 10 menunjukan hasil dari pengorbanan yang sempurna dan utuh yaitu kita dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya. Menjadi umat yang dikuduskan berarti hidup dalam keselamatan dan kehendak-Nya. Maka bersyukurlah karena Kristus telah mengatasi masalah dosa kita sekali untuk selama-lamanya.

Refleksi:
Saudara-saudara, siapakah kita ini sesungguhnya? Kita adalah manusia yang sangat dekat dengan kebinasaan kekal, karena kita tidak pernah mampu mengatasi dosa kita, tetapi Yesus telah mengatasinya sehingga kita boleh diselamatkan, itu semua dilakukan karena kasih-Nya.

Tekadku:
Ya Tuhan Yesus, saya sungguh bersyukur dan berterima kasih atas pengorbanan-Mu yang menyelamatkan saya, tanpa pengorbanan-Mu saya pasti akan mengalami kebinasaan kekal.

Tindakanku:
Mengingat begitu besar kasih Tuhan Yesus bagi kita, sampai Ia rela berkorban untuk kita maka marilah kita berjuang untuk semakin taat dan setia mengikut Yesus selama-lamanya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*