suplemenGKI.com

Sabtu, 18 April 2020

17/04/2020

1Petrus 1:3-9

 

“Hidup Yang Penuh Pengharapan”

Pengantar:
Kehidupan yang tidak mudah saat ini memang terkadang membuat kita sulit untuk dengan mantap melangkah maju melanjutkan kehidupan ke depan. Mungkin dalam benak kita tersimpan banyak pertanyaan yang membebani pikiran kita, misalnya: Apakah saya bisa melanjutkan perjuangan hidup dengan keadaan yang sulit ini? Akankah saya mampu  menghadapi beratnya tantangan hidup yang menghadang di depan? Jangan-jangan keadaan hidup saya nanti akan semakin sulit! Dan mungkin masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan maupun pernyataan-pernyataan yang menggambarkan betapa kita merasa tidak ada lagi pengharapan. Renungan firman Tuhan hari ini akan menolong kita untuk dapat melihat bahwa masih tersedia hidup yang penuh pengharapan bagi kita, apapun keadaan kita hari ini.

Pemahaman:

  1. Apakah yang melatarbelakangi khotbah Rasul Petrus pada perikop 1 Petrus 1:1-12 ini?
  2. Apa alasan Petrus menekankan bahwa hidup ini penuh dengan pengharapan? (v. 3-6)
  3. Mengapa sering kali dirasakan hidup di dalam Tuhan itu begitu sulit? (v. 7-9)

Surat Rasul Petrus yang pertama ini ditulis untuk orang-orang Yahudi pendatang yang tersebar di lima daerah yang berbeda di wilayah kekaisaran Romawi, yaitu Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Britinia. Hidup di perantauan tidak selalu mudah, ada banyak kesulitan dan pergumulan yang bisa terjadi. Tantangan yang paling besar adalah menyangkut masalah keyakinan. Petrus menyebut orang-orang yang tersebar itu adalah orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya (v. 2). Berarti mereka adalah orang-orang yang hidup beriman kepada Kristus, sementara mereka sedang hidup di tengah-tengah komunitas yang berseberangan dengan iman mereka. Tidak menutup kemungkinan mereka juga akan mengalami penganiayaan. Di tengah-tengah kondisi demikian, Petrus menasihatkan mereka agar tidak mudah goyah dari pengharapan kepada Tuhan Yesus yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan mereka kembali melalui kuasa kebangkitan-Nya. Bahwa adanya kesulitan, persoalan, tantangan, penganiayaan yang harus dihadapi, itu adalah bagian dari ujian untuk memurnikan iman mereka. Ketika mereka tetap teguh dan tidak goyah imannya sekalipun banyak tantangan, kesulitan bahkan mungkin penganiayaan, mereka tidak perlu takut dan kuatir karena itu hanyalah ujian bagi iman mereka. Hal penting untuk mereka ketahui adalah bahwa mereka tetap sedang hidup dalam  pengharapan yang disediakan oleh Tuhan Yesus yang sudah bangkit dan menang atas segala-galanya, termasuk atas kesulitan dan tantangan maupun ketika harus mengalami penganiayaan.

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Apakah saudara merasa hidup hari ini begitu sulit, sehingga kehilangan semangat untuk melangkah maju dalam hidupmu? Pandanglah pada kuasa kebangkitan Kristus yang mengalahkan segala-galanya, Dialah sumber pengharapan kita.

Tekadku:
Tuhan Yesus, kuatkan saya agar mampu melangkah maju bersama-Mu menuju hidup yang penuh harapan yang telah Engkau sediakan bagi saya.

Tindakanku:
Mulai hari ini saya akan berhenti mengarahkan pandangan saya hanya pada segala masalah, kesulitan dan tantangan hidup. Saya akan lebih mengarahkan pandangan saya pada Kristus yang telah bangkit dan menang yang menjadi sumber pengharapan dalam hidup saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«