suplemenGKI.com

Sabtu, 18 April 2015

17/04/2015

Kristus Menerima Orang yang Bimbang Hati

Lukas 24:36-49

Pengantar

Pada hari kebangkitan-Nya, Kristus menampakkan diri sebanyak lima kali, yaitu: [a] kepada Maria Magdalena saat ia sedang sendirian di taman (Yoh. 20:14); [b] kepada para wanita sewaktu mereka hendak memberitahu murid-murid yang lain (Mat. 28:9); [c] kepada Petrus seorang diri (1Kor. 15:5); [d] kepada dua murid yang sedang menuju ke Emaus (Luk. 24:13); dan terakhir adalah kepada kesebelas murid seperti yang akan kita renungkan hari ini.

Pemahaman

- Ayat 36         : Menurut Saudara, apakah yang dipercakapkan para murid ketika Kristus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka?

- Ayat 36         : Apakah arti salam “Damai sejahtera bagi kamu!” bagi para murid waktu itu? Seberapa penting salam tersebut bagi mereka saat itu?

- Ayat 38         : Bagaimanakah sikap Kristus terhadap reaksi para murid atas kehadiran-Nya yang tiba-tiba di tengah mereka?

Para murid yang berkumpul itu pastilah terkejut melihat Kristus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka. Alkitab mencatat bahwa mereka sedang bercakap-cakap tentang hal-hal itu. Kita dapat memperkirakan apa yang sedang mereka percakapkan kalau mengingat bahwa ayat 36 ini merupakan kelanjutan dari ayat 35 dan juga sebelumnya, yang menceritakan pengalaman dua orang murid yang sedang berjalan menuju Emaus. Jadi nampaknya para murid yang berkumpul saat itu sedang “menyatukan potongan-potongan puzzle kesaksian” tentang kebangkitan Kristus yang mereka dapatkan hari itu. Mungkin sebagian dari mereka mulai yakin bahwa Kristus memang sudah bangkit, tapi sebagian lagi mengingatkan agar mereka jangan gegabah dalam mengambil kesimpulan. Pada saat terjadi ketegangan karena tarik ulur antara keraguan dan keyakinan itu, tiba-tiba Tuhan Yesus hadir sebagai jawaban.

Kehadiran Kristus adalah kehadiran yang menyejukkan, mendamaikan. Bukankah Kristus memberi salam, “Damai sejahtera bagi kamu!”? Sebenarnya ini adalah salam yang umum pada waktu itu. Namun dalam konteks kehidupan para murid saat itu, salam ini menunjukkan sikap kasih Kristus. Sebab para murid yang berkumpul itu adalah mereka yang telah meninggalkan Kristus sendirian dalam menanggung segala penderitaan-Nya. Mereka melarikan diri sejak pada mulanya, sejak penangkapan di taman Getsemani. Meski demikian, Kristus datang bukan untuk menuntut pertanggungjawaban atas perilaku para murid itu, tapi Kristus datang dengan penuh damai. Ia tidak mempersoalkan sikap para murid, sebab Ia telah mengampuni mereka.

Refleksi

Kadang kita juga dapat berada di dalam tegangan antara keraguan dan kepercayaan, sambil menata “puzzle” bukti bahwa Allah hidup. Di samping itu, kita juga masih dibayangi dengan kegagalan dalam mengikut Kristus. Namun sebagaimana Kristus mengampuni para murid, Dia juga berkata kepada kita, “Damai sejahtera bagi kamu”.

Tekad

Doa: Tuhan Yesus, tolonglah saya untuk menyadari kehadiran-Mu yang meneduhkan kegalauan di hati kami. Amin.

Tindakan

Hari ini saya akan menghafalkan 1 Petrus 5:7, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«