suplemenGKI.com

HARTA UNTUK SIAPA?

LUKAS 16:1-9

 

Pengantar
“Ku tak membawa apa pun juga saat kudatang kedunia. Ku tinggal semua pada akhirnya saat ku kembali ke sorga” Apakah Anda setuju dengan syair lagu “Hati Sebagai Hamba” ini? Sesungguhnya harta tidak dibawa mati, seperti kisah tragis “manusia emas” dari India. Adalah seorang pria kaya raya di India sampai-sampai ia punya koleksi baju yang terbuat dari emas, dan tubuhnya dipenuhi emas.  Namun suatu hari dia ditemukan meninggal dalam kondisi tidak wajar. Diduga dia menjadi korban pembunuhan. Hartanya tidak dapat menyelamatkannya namun justru membuatnya mengalami celaka.

Tahukah Anda bahwa harta dapat menjadi berkat, tapi juga bisa membawa celaka, tergantung bagaimana Anda menggunakannya. Inilah yang akan kita pelajari dalam bacaan Alkitab hari ini.

Pemahaman

  • Mengapa TUHAN YESUS menceritakan perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur?
  • Ayat 1-7 : Apakah yang dilakukan oleh bendahara dalam perumpamaan ini?
  • Ayat 8    : Bagaimanakah penilaian sang tuan terhadap bendahara itu?
  • Ayat 9    : Bagaimanakah penilaian TUHAN YESUS terhadap bendahara itu?

Bendahara dalam kisah ini adalah orang yang dipercaya untuk mengelola uang sang tuan. Si bendahara memiliki reputasi yang kurang baik sehingga kedudukannya terancam terutama ketika tuannya meminta laporan keuangan. Oleh Karena kuatir menghadapi ancaman pemecatan, ia pun mencari strategi agar bisa memperoleh bantuan di kemudian hari. Dengan cerdik ia mengambil hati orang yang berhutang kepada majikannya. (ayat 5-7). Si bendahara melakukannya dengan mengurangi jumlah bunga pinjaman orang tersebut yang seharusnya menjadi komisi untuk dia. Denganapa yang telah dilakukannya, si bendahara berharap telah menanam kebaikan sehingga suatu saat bisa memperoleh bantuan dari orang tersebut. Ia mengorbankan miliknya dan kemudian memberikannya pada orang lain demi menyelamatkan masa depannya. Kecerdikannya itulah yang dipuji Sang Tuan (ayat 8).

Sesungguhnya harta kita bukanlah milik kita. Kita hanyalah bendahara yang dipercaya oleh Sang Tuan untuk mengelolanya. Suatu saat kita akan meninggalkan semuanya. Memiliki harta berarti memiliki sebuah tanggungjawab. Tanggungjawab atas penggunaan harta dapat menjadi sebuah ujian terhadap karakter dan integritas kita. Apakah kita adalah hamba yang layak dipercaya untuk mengelola harta titipan “Tuan” kita? Seharusnyalah kita bijak dalam menggunakan harta yang sudah dipercayakan pada kita. Ingatlah bahwa harta tidak dapat dibawa mati. Harta hanya bernilai selama kita hidup saja. Oleh sebab itu jangan gunakan harta hanya untuk kepentingan diri sendiri, gunakanlah juga untuk karya kasih dan kebaikan.

Refleksi:
Apa pun dan berapa pun harta yang Anda miliki, pikirkanlah: Apakah Anda menggunakannya untuk melayani TUHAN ataukah harta itu akan mempergunakan Anda untuk melayaninya? Bila Anda berjerih lelah bekerja mengumpulkan harta, untuk siapakah harta itu Anda abdikan?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk bersikap bijak terhadap harta karunia-Mu. Jadikanlah kami keluarga yang tidak dikuasai oleh harta tapi mampu menatalayani harta bagi kemuliaan-Mu.

Tindakanku
Mulai hari ini aku akan mengajak keluargaku untuk menyisihkan harta bagi pekerjaan pelayanan dan karya kasih yang memberkati orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*