suplemenGKI.com

Matius 20 : 1 – 16.

“Pentingnya sebuah komitmen”

Perumpamaan ini [ tentang orang-orang upahan di kebun anggur ] tidak mudah untuk di ketahui. Namun jika kita mengkaitkannya dengan konteks sebelumnya yakni percakapan Tuhan Yesus dengan orang muda yang kaya dimana Tuhan Yesus memerintahkan untuk menjual seluruh hartanya dan kemudian mengikut Dia [ 19 : 16-26 ]. Namun orang muda itu pergi dengan sedih hati karena ia tidak mampu melaksanakannya. Lalu muncullah pertanyaan Petrus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau, jadi apakah yang akan kami peroleh ? dari sini kita dapat mengkaitkan perumpamaan ini dengan pentingnya sebuah komitmen dalam mengikut Yesus atau dalam bekerja diladangnya Tuhan.

Pertanyaan penuntun.

  1. Apa maksud dan inti dari perumpamaan ini ? ayat 1
  2. Bagaimana kesepakatan yang dibuat pemilik kebun anggur dengan para pekerja jam 6 pagi ? ayat 1-2
  3. Bagaimana pemilik kebun Anggur itu merekrut para pekerja ? ayat 2-7.
  4. Bagaimana pemilik kebun anggur itu memberi upah ? ayat 8-10
  5. Bagaimana respon dari para pekerja jam 6 pagi terhadap upah yang diterima ? ayat 11-12.
  6. Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari peristiwa ini ?

RENUNGAN.

Perumpamaan ini [ orang-orang upahan di kebun anggur ] merupakan perumpamaan tentang kerajaan Sorga. Sangat menarik bahwa kerajaan sorga dikaitkan dengan pribadi-pribadi seperti sang tuan pemilik kebun anggur dan para pekerja di kebun anggur tersebut. Beberapa hal yang menarik dalam perumpamaan ini adalah. Pertama : sang tuan pemiik kebun anggur dalam merekrut para pekerja dilakukan sendiri yang biasanya dilakukan seorang mandur kedua : sang tuan merekrut para pekerja pada jam 6 pagi, jam 9,12, 3 sore dan 5 sore. Ketiga : sang tuan pemilik kebun anggur memberi upah kepada semua pekerja sama besarnya. Keempat : kesepakatan upah hanya dilakukan kepada pekerja jam 6 pagi yaitu sebesar satu dinar sehari.

Dari situ kita mendapatkan informasi bahwa para pekerja jam 6 pagi, bekerja lebih lama dan keras dari para pekerja yang lainnya. Para pekerja yang lain mungkin juga melakukan pekerjaannya dengan giat  sekuat tenaga sampai jam 6 sore termasuk pekerja yang baru masuk jam 5 sore. Persoalan mulai muncul ketika upah dibayarkan. Para pekerja jam 5 sore mendapat 1 dinar dan yang lainnya juga mendapat 1 dinar. Para pekerja jam 6 pagi mengira mendapat lebih tetapi kenyataannya juga mendapat 1 dinar. Segera setelah para pekerja jam 6 pagi mendapat upah hanya 1 dinar maka mereka segera protes alias bersungut-sungut dan merasa diperlakukan tidak adil. Mereka merasa bahwa mereka telah bekerja keras sepanjang hari, menanggung teriknya matahari dan menerima hanya 1 dinar sedangkan mereka yang datang jam 5 sore saat matahari telah teduh dan hanya bekerja satu jam menerima upah 1 dinar juga. Dimanakah keadilan ? itulah sungut-sungut dari para pekerja jam 6 pagi. Sang tuan pemilik kebun anggur dengan tenang menjawab, “saudara aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau, bukankah kita telah sepakat 1 dinar sehari ?

Pola pikir yang keliru dari para pekerja jam 6 pagi adalah :

  • Merasa bekerja paling lama, paling soro/susah.
  • Tidak menyelami penderitaan/ kesusahan para pekerja yang lain.
  • Bersungut-sungut dan iri terhadap berkat orang lain.

Sesungguhnya setiap orang Kristen adalah para pekerja di ladang kebun anggur Tuhan. Maka bekerjalah dengan sekuat tenaga, segiat mungkin. Milikilah komitmen yang kuat bahwa kita bekerja untuk Tuhan, entah kita dipanggil Tuhan untuk bekerja diadangNya waktu kita masih muda/lebih lama atau hanya sebentar itu tidak menjadi masalah, asalkan komitmen kita benar yakni bekerja untuk Tuhan alias melayani. Jangan pikirkan upah sebab Tuhan sendiri yang akan memberikan upah yang pantas bagi kita. Bagaimana dengan saudara ? apakah sudah terlibat dalam pekerjaan Tuhan ? selamat bekerja untuk Tuhan. Amin.

“milikilah komitmen yang benar ketika bekerja di ladangnya Tuhan”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*