suplemenGKI.com

PELAYAN YANG TUNDUK PADA-NYA

I Petrus 5:1-6

PENGANTAR
Surat yang ditulis Petrus ini, dikirimkan kepada para pendatang yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia.  Mereka sedang menghadapi tekanan dari pihak kerajaan Roma, yang sangat mungkin dapat menggoncangkan iman.  Jemaat yang terdiri dari orang-orang pendatang itu membutuhkan tuntunan dan panduan iman.  Kondisi yang dihadapi jemaat itu mendorong Petrus menuliskan nasihat khusus untuk para pelayan, yang pada waktu itu berjabatan penatua maupun orang muda sebagai anggota jemaat yang masih memiliki potensi besar; agar tetap setia, rajin dan bertanggungjawab melayani jemaat yang Tuhan percayakan.  Apa nasihat Petrus? Mari kita merenungkan bersama!

PEMAHAMAN

  • Model kepemimpinan seperti apa yang dinasihatkan Petrus? (ayat 2-3)
  • Pengharapan seperti apa yang dikatakan Petrus kepada setiap pelayan Tuhan? (ayat 4)
  • Kebenaran penting apa yang saudara dapatkan sebagai bekal perjalanan pelayanan selanjutnya?

Di awal suratnya, Petrus memperkenalkan dirinya sebagai rasul (Ptr 1:1).  Dalam bagian ini dia menyebut dirinya sebagai “teman penatua dan saksi penderitaan Kristus” (ayat 1).  Petrus ingin  menekankan pada pelayan jemaat agar serius dan bertanggungjawab penuh dalam menggembalakan jemaat, seperti yang telah dilakukannya.  Oleh sebab itu, Petrus memaparkan dengan rinci model kepemimpinan yang seharusnya dimiliki oleh para pelayan jemaat, dengan meneladani Sang Gembala Agung, Yesus Kristus.  Para pelayan jemaat diajak untuk memandang Kristus dalam menjalankan tugas pelayanannya, agar menjadi teladan bagi jemaat yang dipimpinnya (ay.4).

Maka, sebagai seorang saksi penderitaan Kristus, rasul Petrus menegaskan bahwa kepemimpinan yang dilakukan pelayan jemaat bukan didasarkan pada penggunaan kekuasaan dengan kecongkakan atau untuk mencari keuntungan diri sendiri (ay.2, 5).  Tidak pula menerapkan pola “paksa” kepada siapa pun yang dilayani.  Akan tetapi, pelayan Tuhan seharusnya memimpin dengan kerendahan hati, penundukan diri pada kehendak Allah dan menempatkan diri sebagai “gembala” (ay.2-3).  Bahkan Petrus menegaskan “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati” (ay.5).  Petrus menegaskan sikap dan tindakan Allah bagi pelayan-Nya.  Namun, sesungguhnya, peringatan itu juga menuntut tanggungjawab timbal balik dalam jemaat, antara pemimpin dengan anggota jemaat.  Keduanya harus menundukkan diri di bawah pimpinan dan kehendak Tuhan, sehingga sikap saling menghargai, menghormati, dan melayani akan mewarnai kehidupan berjemaat.

Melalui nasihat rasul Petrus ini paling tidak ada dua ciri khas sebagai pelayan:
Pertama,   Menyadari bahwa yang “digembalakan” adalah “domba-domba” milik Tuhan dan bukan milik siapa pun.  Maka, harus tunduk pada pimpinan dan kehendak-Nya, Sang Gembala Agung itu (ayat 6).

Kedua, Fokus pada apa yang bisa diberikan kepada jemaat dan bukan mencari keuntungan diri sendiri (ayat 3).  Maka, dalam melakukan tugas “hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu” (ayat 3).  Pelayan Tuhan seharusnya menjadi teladan, menunjukkan wewenang yang didasarkan atas pelayanan kepada Tuhan dan bukan karena keinginan untuk berkuasa.  Dari semua itu, rasul Petrus mengajak untuk melihat bahwa yang menjadi pengharapan adalah penghargaan kesetiaan dalam pelayanannya itu pasti Tuhan berikan, dinyatakan-Nya kelak oleh Yesus Kristus (ayat 4).

 

REFLEKSI
Mari merenungkan: Jika Tuhan mempercayakan jabatan sebagai pelayan atau pemimpin dalam pelayanan, itu berarti kesempatan untuk memberi yang terbaik kepada Tuhan dan sesama.  Maka, jadilah pelayan dan pemimpin yang tunduk pada pimpinan dan kehendak Tuhan, bukan untuk mencari keuntungan diri dan pujian dari manusia.

 

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah agar kami mampu sebagai pelayan yang tunduk pada pimpinan dan kehendak-Mu. Jika Tuhan mempercayakan jabatan sebagai pelayan yang memimpin, mampukan kami untuk memberi yang terbaik kepada-Mu.

 

TINDAKANKU
Hari ini aku mau membuka hati untuk dikoreksi oleh Tuhan, bagaimana sikapku sebagai pelayan dan pemimpin di tengah keluarga dan gereja.  Dan aku mau tunduk pada pimpinan dan kehendak-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«