suplemenGKI.com

Bacaan : Ibrani 5 : 7 – 10.

Thema : TETAP TAAT WALAUPUN MENDERITA.

PENGANTAR.
Pada umumnya manusia cenderung menghindari dan menolak penderitaan. Namun tak dapat disangkal bahwa tidak ada manusia yang kebal dari penderitaan. Setiap orang pernah mengalami kesulitan dan pergumulan, yang kemudian kita sebut sebagai penderitaan. Ada pelbagai penyebab manusia mengalami penderitaan, antara lain : kesalahan atau kelalaian diri sendiri, kurangnya pengetahuan, dimusuhi orang lain karena tidak sepaham atau sama sekali tidak diketahui penyebabnya. Dan yang terakhir ini biasanya sikap orang percaya akan mengatakan, “Tuhan mempunyai rencana yang indah”.

PEMAHAMAN.

  1. Apa artinya perkataan, “sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat” ? ( ayat 8 ).
  2. Apa pula artinya perkataan, “dari apa yang dideritanya” ? ( ayat 8 ).
  3. Apa makna dari kalimat, “Ia menjadi pokok kesealamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepadaNya” ? ( ayat 9 ).
  4. Apakah orang yang taat harus mengalami penderitaan ?

Hidup dalam ketaatan kepada Tuhan terkadang konsekuansinya adalah penderitaan. Tak jarang seseorang yang taat kepada Tuhan mengalami berbagai macam penderitaan. Taat kepada Tuhan mengandung pengertian : senantiasa tunduk, patuh, tidak berlaku curang, setia, disiplin dan selalu mendahulukan kehendak Tuhan. Namun untuk menjalani kehidupan seperti itu kebanyakan orang akan menolak penderitaan, bahkan cenderung menghindari bahkan lari dari penderitaan. Namun orang yang mengasihi Allah dan mempercayakan hidupnya kepada Tuhan akan dapat bertahan  ditengah kesulitan dan penderitaan yang luar biasa sekalipun. Yesus Kristus adalah contoh yang gamblang dan jelas. Begitu besar kasihNya kepada bapaNya, sehingga Ia rela memberikan apapun, termasuk nyawaNya sendiri. Disamping itu Yesus Kristus tahu benar rencana BapaNya atas hidup yang harus Ia tempuh. Padahal Yesus Kristus adalah Anak tunggal Bapa, namun karena KasihNya kepada Bapa Ia harus menjalankan kehendak BapaNya dengan penuh ketaatan. Dengan sikap seperti itu, penderitaan bukan lagi hambatan dalam ketaatan kepada BapaNya. Penderitaan justru membuat ketaatan dan kesetiaanNya semakin nyata. Dengan penderitaan yang dialamiNya, Yesus Kristus memenuhi tujuan Allah untuk menyealamatkan seluruh umat manusia.Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepadaNya. Diperlukan ketaatan yang tulus kepada Yesus Kristus agar kita dapat menjiwai penderitaanNya, sehingga apabila kita harus menderita kita akan mengalami kekuatan. Kita harus menjalani kehidupan dengan penuh ketaatan namun kita juga tidak mengharapkan datangnya penderitaan. Namun apabila penderitaan merupakan sebuah konsekwensi dari ketaatan maka harus kita hadapi.

REFLEKSI.
Renungkanlah ! apakah selama ini saudara menjalani hidup dengan ketaatan kepada kehendak Tuhan ? bagaimana jika saudara harus mengalami penderitaan, apakah saudara akan tetap taat kepada Tuhan ?

TEKADKU.
Ya Tuhan tolonglah saya agar dapat menjalani kehidupan ini dengan taat kepada kehendak Tuhan.

TINDAKANKU.
Mulai hari ini saya harus menjalani hidup dengan taat kepada Tuhan walaupun harus menderita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*