suplemenGKI.com

Sabtu, 17 Maret 2012

16/03/2012
Kasih Yesus

Kasih Yesus

Efesus 2:4-10

Kasih Karunia Allah

 

Melalui suratnya kepada jemaat Efesus ini Paulus ingin mengajak orang percaya untuk menyadari keadaan mereka sebelum dan sesudah mengenal kasih karunia didalam Kristus sehingga mereka menghargai kasih karunia itu.  Allah menyatakan kasih karunia-Nya bagi manusia berdosa.   

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Apa tindakan Allah kepada manusia berdosa? (ay. 4-6)
  2. Sejauh mana kasih karunia Allah bagi manusia?
  3. Apakah kita menyadari dan berusaha mewujudkan kasih karunia Allah dalam hidup sehari-hari?

 

RENUNGAN

Kemarin kita merenungkan bagaimana Paulus memaparkan status dan kondisi manusia sebelum menerima Kristus (ayat 3).  Hal itu dimaksudkan Paulus ingin agar jemaat makin memahami perbedaan tajam antara akibat dosa dan akibat anugerah.  Kata ‘tetapi’ dalam ayat 4 ini mengontraskan keadaan manusia yang mati, diperbudak dan dimurkai; dengan anugerah Allah yang besar dan berlimpah.  Kata ‘tetapi Allah’ adalah sebuah kabar baik yang menyingkapkan dahsyatnya anugerah Allah.  Inisiatif keselamatan datang dari Allah.  Keselamatan sama sekali bukan hasil usaha manusia tetapi Allah terlebih dulu bertindak menyelamatkan manusia.  Mengapa Allah bertindak seperti itu kepada manusia?  Allah menyelamatkan manusia untuk menyingkapkan rahmat-Nya yang kaya (ayat 4), untuk menyatakan kasih-Nya yang besar (ayat 4), untuk menyatakan anugerah-Nya yang berlimpah-limpah (ayat 7,8) dan untuk mengungkapkan kebaikan-Nya (ayat 7).

Apa yang dilakukan Allah kepada manusia?  Dia menghidupakan (ayat 5), membangkitkan (ayat 6) bahkan Dia memberi manusia tempat di surga (ayat 6).  Ketiga anugerah ini hanya terjadi melalui dan di dalam Yesus Kristus.  Tanpa relasi dengan Kristus tidak mungkin kita mengalami betapa dahsyatnya anugerah Allah.  Untuk menegaskan hal ini, Paulus mengatakan bahwa keselamatan hanya terjadi oleh karena iman. Tanpa iman tidak mungkin seseorang mendapat keselamatan.  Dengan jelas Paulus menyatakan bahwa keselamatan bukan hasil usaha manusia (ayat 8), bukan hasil pekerjaan manusia (ayat 9).  Semuanya adalah anugerah Allah yang diterima melalui iman pada Yesus.  Bahkan Paulus mengatakan iman pada Yesus juga adalah pemberian Allah (ayat 8).  Sehingga sama sekali tidak ada bagi manusi aalasan untuk memegahkan diri di hadapan Allah.

Anugerah Allah begitu ajaib dan dahsyat.  Keajaiban anugerah Allah telah mengeluarkan kita dari kubangan dosa yang dahsyat dan ditempatkan dalam ruang takhta kemuliaan-Nya.  Hidup dapat berubah radikal hanya oleh dan dalam Kristus.  Hanya Dialah yang mampu mengubah seluruh hidup lama kita yang cemar oleh dosa menjadi suatu ciptaan baru berciri kemuliaan ilahi (ayat 10).  Setiap orang yang hidup di dalam Allah seharusnya setiap hari menyadari hal ini agar mampu mewujudkan kasih karunia Allah itu dalam hidup secara nyata.  Orang yang hidup di dalam Kristus akan dihidupkan, diperbarui dan dibangkitkan untuk mampu hidup dalam kasih karunia dan kemuliaan-Nya secara nyata.

 

Injil yang menyelamatkan adalah Injil tentang murka Allah dan kasih Allah.  Pemahaman keduanya inilah yang membuat kita hidup penuh syukur dan menggerakkan kita untuk terus bersaksi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«