suplemenGKI.com

Murid-murid Yesus berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.  Karakter atau kepribadian mereka pun sangat beragam.  Perjumpaan mereka masing- masing dengan Yesus pun terjadi secara unik.  Jika murid-murid yang pertama diperkenalkan oleh Yohanes Pembaptis, maka murid-murid berikutnya mendapat panggilan langsung ketika mereka bertemu dengan Yesus.  Dari bacaan kita hari ini kita dapat melihat bagaimana Filipus dan Natanael bergabung menjadi murid-murid Yesus.

1.       Ay. 43-47a.  Bagaimana Filipus menjadi murid Yesus?  Apa yang dilakukannya setelah dia menjadi murid Yesus?  Bagaimana tanggapan Natanael terhadap kesaksian Filipus?

2.       Ay. 47b-49.  Melalui rangkaian percakapan ini, apa yang hendak Yesus tunjukkan kepada Natanael?  Apa tujuan Yesus melakukan hal ini?

3.       Ay. 50-51.  Yesus mengingatkan Natanael kepada penglihatan Yakub (Kej. 28:12).  Menurut Anda, apa hubungan antara penglihatan itu dengan Yesus sendiri?

4.       Melalui perikop ini, apa yang dapat kita ketahui tentang Natanael?  Apa yang dapat kita teladani dari sikap Filipus terhadap Natanael?

5.       Menurut Anda, mengapa Yesus bersedia menerima orang yang tidak mudah percaya dan bahkan penuh prasangka buruk seperti Natanael?

Renungan:

Natanael memang bukan seorang yang mudah percaya.  Natanael tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias karena keluarga-Nya berasal dari Nazaret.  Nazaret adalah sebuah kota yang mempunyai reputasi buruk, khususnya dalam hal moral.  Mesias yang berasal dari Nazaret adalah sesuatu yang mustahil bagi Natanael, pemuda yang terpelajar dan tahu banyak tentang hukum Taurat.  Namun, syukurlah bahwa Natanael memiliki sahabat yang baik dan sabar, Filipus.  Mula-mula Filipus memperkenalkan Yesus melalui apa yang telah dikenal baik oleh Natanael, yaitu hukum Taurat.  Namun, setelah upaya itu gagal, Filipus mengajaknya langsung bertemu dengan Yesus.

Yesus pun melayani Natanael dengan sabar dan penuh kasih.  Bertolak belakang dengan sikap Natanael yang melihat keburukan asal-usul Yesus, Yesus justru memunculkan kebaikan-kebaikan yang ada dalam diri Natanael.  Pertama-tama, Yesus memuji ketulusan hati Natanael.  Kedua, Yesus menghargai ketekunan Natanael mempelajari dan merenungkan hukum Taurat.  Yesus mengatakan bahwa Dia melihat Natanael di bawah pohon ara.  Ini adalah sebuah ungkapan yang berarti bahwa Yesus melihat Natanael sedang bersungguh-sungguh mempelajari Taurat.  Menyadari bahwa Yesus sedemikian dalam mengenalnya, hati Natanael tersentuh.  Natanael percaya dan mengaku bahwa Yesus adalah Mesias.

Tidak semua orang tahan berhadapan dengan orang-orang seperti Natanael yang kritis, tidak mudah percaya, bahkan cenderung berprasangka buruk.  Kita memilih untuk menjauhi orang-orang semacam ini karena kita takut disakiti oleh sifat-sifatnya yang buruk.  Tidak demikian dengan Yesus.  Dia melayani dengan penuh kasih.  Dia mampu melayani dengan baik karena melihat hal-hal yang baik dalam diri Natanael.

Orang-orang berkepribadian sulit dan penuh prasangka tidak membutuhkan kata-kata yang luar biasa, melainkan sentuhan sederhana dari hati yang penuh kasih.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*