suplemenGKI.com

DASAR MEMPERBAHARUI HIDUP

I Petrus 3:13-18 

 

PENGANTAR
Tidak mudah bertahan dan menjalani kehidupan di tengah tantangan berat.  Pilihannya, bertahan atau meninggalkan demi mendapatkan keadaan yang lebih baik?   Namun pertanyaannya, apakah yang menjadi dasar dari pilihan sikap tersebut?  Pelarian atau panggilan? Mari kita baca dan pelajari! 

PEMAHAMAN

  • Ayat 13, 17     : Keadaan seperti apakah yang sedang dialami orang percaya?
  • Ayat 14-17      : Apa nasihat Petrus kepada orang percaya?
  • Apakah yang menjadi dasar setiap pilihan dalam hidup saudara?

Umumnya dua hal yang manusia akan hindari.  Yaitu, satu: menghadapi  persoalan sekaligus bertahan dengan persoalan.  Dua: sikap menghindar disebabkan karena manusia cenderung mencari aman dan nyaman.  Kalaupun memilih bertahan, terkadang persoalan dan keadaan yang tidak berubah, dihadapi tanpa kebesaran hati.  Akibatnya, semua hal yang dikerjakan menjadi rutinitas makna.  Bukankah persoalan berpotensi menumbuhkan kebaikan bagi yang menjalaninya?

Surat I Petrus ditujukan bagi jemaat Kristen perdana yang menjadi pendatang di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia.  Tampaknya kehidupan mereka sebagai pendatang tidak mudah, sebab  “kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan” (I Pet.1:6) seperti  “nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian” (I Pet.4:12).  Peringatan ini disampaikan Petrus bukan karena ia senang melihat komunitas Kristen menderita.  Sebaliknya, Petrus mengajak mereka untuk melihat keadaan sulit sebagai kesempatan menyatakan kesaksian hidup “Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada orang-orang yang meminta pertanggung jawaban dari kamu tentang pengharapan” (ay.15).

Bahkan Petrus mengamini maksud di balik keadaan sulit adalah “untuk membuktikan kemurnian imanmu” (I Pet.1:7) melalui kelembutan sikap serta kesalehan hidup (ay.15-16).   Artinya,  penderitaan yang mereka alami terjadi karena kebenaran;  bukan ketidakbenaran.  Wajar bila kemudian Petrus mengajak jemaat Kristen berani menerima dan menjalani penderitaan sebagai “kasih karunia” dalam panggilan selaku orang percaya (I Pet.2:19,21; 3:14).  Kebenaran inilah yang menjadi dasar bagi orang percaya mengalami pembaharuan setiap hari, akhirnya akan mendatangkan “kebahagiaan” (ay.14).  Segala keadaan Tuhan ijinkan membentuk iman dan karakter kristiani kita di sepanjang perjalanan kehidupan.

REFLEKSI
Mari kita renungkan: Bagi orang percaya, pilihan bertahan dengan cara menghadapi persoalan, bukan sebagai pelarian tetapi merupakan panggilan serta tindakan iman yang memperbaharui kehidupan.

TEKADKU
Tuhan Yesus tolonglah mampukan aku untuk bertahan dengan cara menghadapi persoalan sebab itulah panggilan imanku.

TINDAKANKU
Aku mau menghadapi persoalan dan berusaha menyelesaikannya dalam imanku kepada-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*