suplemenGKI.com

II Timotius 4:1-5

MENUJU GARIS FINIS

Firman Tuhan yang kita baca merupakan surat rasul Paulus kepada anak rohaninya Timotius.  Paulus mengingatkan lagi kepada Timotius pada karya keselamatan Kristus, yang menjadi dasar utama kehidupan pribadi dan pelayanan.

  • Apa saja nasihat Paulus kepada Timotius mengenai pelayanan yang harus Timotius kerjakan?
  • Sikap seperti apa yang harus Timotius miliki dalam pemberitaan Injil? (ay. 2)
  • Sebagai ucapan syukur kepada kasih karuniaNya, apakah saat ini saudara sudah terlibat dalam pelayanan?
  • Renungkan: sampai kapan kita bersedia terlibat dalam pelayanan?

RENUNGAN

Dalam pelayanannya Timotius banyak mengalami tantangan dan godaan di Efesus, seperti kehidupan yang nyaman (2 Tim 2:4), banyaknya jemaat yang memiliki kebiasaan bersilat kata dan omong kosong (2 Tim 2:14-16); yang bisa saja semua itu melemahkan semangat pelayanan Timotius.  Oleh sebab itu, sekali lagi Paulus berpesan pada Timotius untuk melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.  Paulus dalam bagian ini kembali mengingatkan Timotius bahwa tantangan dan godaan yang hari ini Timotius hadapi ke depan akan semakin sulit keadaannya.  Oleh sebab itu, Paulus mengajak Timotius untuk melihat kembali tugasnya dalam pelayanan.  Bahwa Timotius memiliki tugas dari Tuhan yang sangat berharga, yaitu: Pertama, berkaitan dengan tugasnya sebagai pemberita firman dan pengajar.  Bahwa dalam pemberitaan dan pengajaran yang dikerjakan suatu saat atau di masa yang akan datang keadaan akan semakin sulit.  Di Masa yang akan datang, ada masa dimana orang lebih suka dengan ketidakbenaran dan dongeng (ay. 2-4).  Mereka tidak lagi memiliki kesukaan mendengar kebenaran, sebab kebenaran itu dianggap sebagai sesuatu yang mengikat dan membatasi gerak kehidupan.  Mereka berpikir bahwa semua orang juga melakukannya.  Kedua, adanya penghakiman yang akan datang (ay. 1).  Dua kali Paulus menyinggung pengajaran tentang Allah sebagai Hakim.  Kesadaran ini seharusnya juga menjadi inspirasi yang membuat Timotius makin sungguh-sungguh melayani.  Bahwa pelayanannya hari ini akan dipertanggungjawabkan secara pribadi di hadapan Tuhan.  Ketiga, lebih jauh lagi Paulus mengingatkan bahwa setelah Timotius menyelesaikan pelayanan sampai akhir ada mahkota kebenaran yang menanti yang Tuhan sediakan (ay.6-8)

Seperti atlit pada pertandingan olahraga yang memiliki keinginan menyelesaikan pertandingan sampai finish, hendaklah kita memiliki semangat untuk mengerjakan pelayanan sampai akhir hidup kita.  Pasti ada banyak tantangan dan godaan dalam pelayanan.  Biarlah kita selalu mengarahkan pandangan mata rohani dan iman kita hanya kepada-Nya.  Mari kita mengerjakan pelayanan dengan memiliki sikap seperti seorang prajurit yang bersikap siap sedia (ay. 2), menguasai diri dalam segala hal (ay. 4), dan menunaikan tugas pelayanan kita, seperti seorang atlit yang mencapai garis finish dengan baik.  Tuhan Yesus menolong kita, sebab pelayanan adalah milik-Nya.

Milikilah sikap sebagai pelayan seperti seorang atlit yang terus memotivasi diri, berlatih dan berjuang untuk dapat mencapai garis akhir.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«