suplemenGKI.com

HAL DUNIAWI

Lukas 21:5-6

 

Pengantar
Istilah duniawi diterjemahkan dari kata Yunani sarkikos, yang akar katanya adalah sark yang berarti:  tubuh jasmaniah, materialistik, fana, secara harafiah bisa diartikan suatu kehidupan yang dikendalikan oleh daging.  Bukankah ada banyak orang yang menyandang status sebagai pengikut Kristus  (Kristen)  namun tetap saja belum bisa meninggalkan hal-hal yang bersifat duniawi. Renungan hari ini akan menjelaskan kepada kita apa yang akan terjadi pada hal yang bersifat duniawi itu.

Pemahaman

  • Ayat 5     : Apakah yang sedang dibicarakan oleh beberapa orang? Mengapa mereka mengagumi Bait Allah?
  • Ayat 6     : Bagaimanakah respon Tuhan Yesus dengan sikap mereka yang mengagumi Bait Allah? Apakah maksud dari perkataan Tuhan Yesus itu?

Bagian firman Tuhan ini pararel dengan Matius 24:1-2 dan Markus 13:1-2. Ini adalah perbincangan antara Tuhan Yesus dan para murid setelah keluar dari Bait Allah. Topik yang sedang mereka biacarakan adalah tentang kegaguman mereka akan Bait Allah yang begitu kokoh, indah dan megah. Mereka mengagumi bangunan yang dihiasi batu-batu yang indah dengan berbagai-bagai barang persembahan. Selain menjadi pusat ibadah, Bait Allah pada waktu itu juga menjadi pusat kekaguman banyak orang. Ketika berbicara tentang Bait Allah seharusnya berbicara tentang kehadiran Allah di dalamnya, semua ketetapan Allah dijalankan di dalamnya dan persekutuan yang dimiliki umat dengan-Nya ada di sana. Namun rasa kagum mereka akan Bait Allah bisa memudarkan makna Bait Allah yang sesungguhnya, membawa mereka pada kecenderungan untuk berpengharapan pada keamanan dan keindahan bangunan yang bersifat sementara (hal-hal duniawi). Mungkin mereka mengira bahwa Guru mereka juga akan memiliki pikiran yang sama yang terpesona dan kagum akan bangunan itu.

Namun Yesus memberikan respon yang tidak terduga. Yesus justru berkata kepada mereka, “Apa yang kamu lihat di situ – akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.” Berita tentang kehancuran Bait Allah sering dihubungkan dengan kehancuran dunia di akhir zaman. Tidak ada yang kekal di dunia ini. Pernyataan Yesus ini hendak mengingatkan kita bahwa keterikatan hati orang percaya harusnya hanya kepada Allah yang kekal. Oleh sebab itu, kita harus lebih berhati-hati supaya kita tidak gampang mengikatkan diri dengan keindahan dan kagum pada hal-hal duniawi. Tuhan adalah pusat hidup kita dan tempat bergantung kita sehingga kita bisa selalu siap dalam menghadapi segala sesuatu yang duniawi.

Refleksi
Renungkanlah: Bagaimana dengan hidup kita saat ini, apakah masih ada barang-barang duniawi (Contoh: harta, barang kesayangan, dll) yang membuat fokus hidup kita kepada Tuhan menjadi kabur. Sadarlah bahwa hal-hal yang membuat kita kagum di dunia tidak boleh mengikat dan menguasai hidup kita. Hanya Tuhan sajalah penguasa hidup kita.

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah saya untuk bisa menjaga diri supaya tidak mudah tergoda atau terpikat pada hal-hal duniawi yang membuat saya jauh dari-Mu.

Tindakanku
Saya akan memulai mengurangi dan mengelola hal-hal atau barang-barang duniawi (sebutkan secara khusus mis: harta, jabatan, Handphone, dsb_______) yang sangat banyak menyita dan menghabiskan waktu saya setiap hari dibanding waktu saya dengan Tuhan dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih memfokuskan diri kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*