suplemenGKI.com

Yohanes menjelaskan bahwa Allah terlebih dahulu mengasihi kita, dengan memberikan nyawa Anak-Nya menjadi penebusan bagi setiap manusia. Inilah kasih Allah yang terbesar telah ditunjukkan kepada dunia, maka Allah berharap orang-orang yang telah ditebus-Nya hidup dalam kasih-Nya dengan jalan menuruti perintah-perintah-Nya.

1.       Ay 9, Yesus menyatakan bahwa Bapa terlebih dahulu mengasihi Anak, demikian juga Anak terlebih dahulu mengasihi orang-orang yang percaya. Apa yang diharapkan Anak (Tuhan Yesus) kepada pengikut-Nya?

2.       Ay 10, Yesus juga menyatakan bahwa Ia menuruti perintah Bapa-Nya. Apa yang diharapkan Yesus kepada orang-orang percaya?

3.       Ay 11-12, Tuhan Yesus memberikan perintah untuk kita saling mengasihi. Apa yang menjadi dasar atau landasan untuk kita saling mengasihi?

4.       Ay 13-15, Yesus menyebut orang yang percaya sebagai sahabat-sahabat-Nya. Apa saja yang telah dilakukan Yesus untuk sahabat-sahabat-Nya? Dan apa yang tekah kita lakukan untuk sahabat-sahabat kita?

5.       Ay 16-17, Yesus menyatakan bahwa Ia yang telah memilih orang-orang yang percaya. Apa yang diharapkan Yesus dengan pemilihan tersebut?

Renungan:

Dalam bagian ini dijelaskan Bapa mengasihi Anak, dan Anak mengasihi orang yang percaya, maka Anak tinggal di dalam kasih Bapa, serta Anak menuruti perintah Bapa. Jadi apa yang dilakukan Anak adalah menjalankan kehendak Bapa. Oleh sebab itu kalau Anak mengasihi orang yang percaya, maka harapan Anak (Yesus) adalah bahwa orang yang percaya itu tinggal di dalam kasih-Nya dan menuruti perintah-perintah-Nya, jadi apa yang dilakukan orang percaya adalah menjalankan kehendak dari Anak.

Yesus juga mengharapkan bahwa orang yang percaya saling mengasihi berdasarkan kasih Yesus yang telah diberikan bagi orang percaya. Bahkan Yesus menyebut mereka yang percaya adalah sahabat-sahabat-Nya. Sahabat yang merelakan diriNya menjadi penebusan bagi sahabat-sahabat-Nya. Sahabat yang memberitahukan apa yang sedang dilakukan-Nya bagi sahabat-Nya.

Yesus juga mengingatkan bahwa kita disebut sahabat bukan karena kita yang memilih Yesus, tetapi Yesuslah yang memilih kita. Dan Yesus memilih kita dengan tujuan supaya kita juga dapat berbuah dan buahnya tetap.

Ada beberapa penjelasan tentang buah yang tetap. Pertama dalam kaitannya dengan Matius 3:8 “Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan”. Artinya seseorang harus bertobat dan menghasilkan perubahan-perubahan sikap hidupnya yang semakin baik sesuai dengan pertobatannya. Kedua, buah kaitannya dengan buah Roh yang terdapat dalam Galatia 5: 21-22 “ Kasih, sukacita, damai sejahtera, kebaikan, kesabaran, kemurahan, kesetiaan, kelemahlembutan dan pengusaan diri”. Buah Roh inilah yang harus senantiasa muncul dalam kehidupan orang yang percaya. Yang ketiga, menghasilkan buah yang tetap dimengerti dengan membawa jiwa-jiwa baru (bnk dengan Markus 1:17). Ada kerinduan yang besar untuk hidupnya menjadi berkat bagi orang yang belum mengenal Kristus.

Bagaimana dengan kita sebagai orang yang percaya?Apakah hidup kita sudah berbuah dan buahnya tetap?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

  • 121 says:

    to gki ressud.

    comment ini bukan yg tertulis spt di yohanes 15; 18 – 25, tapi merupakan kritisi secara umum chususnya utk pdt. gki. ressud saat mendapatkan kotbah didepan congregation. Sering,sebagai jemaat mendengarkan ilustrasi yg kurang enak didengarkan oleh sebagian jemaat dengan mengambil contoh p e m b a n t u.Jemaat ressud heterogin, banyak dari berbagai professi, banyak juga dari prof.pembantu.Saya sedih dan hati mrk juga kaget. Mereka setia dan mau keberibadah. Mereka ingin dikuatkan dan dihibur. Alangkah indahnya contoh2 itu tdk disalurkan dimimbar.Tuhan memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*