suplemenGKI.com

Sabtu, 16 Maret 2019

16/03/2019

MENGALAHKAN GODAAN DUNIAWI

Filipi 3:17-4:1

 

Pengantar
Hidup di jaman yang serba canggih saat ini, semakin memudahkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satunya adalah aplikasi belanja online. Dengan belanja online, kita tak perlu jauh-jauh datang ke toko untuk membeli barang. Kita hanya tinggal klik barang yang diinginkan, kemudian mengirimkan alamat rumah dan pembayarannya pun menggunakan sistem transfer. Namun jika kita tidak mawas diri, bisa jadi terjebak dalam konsumerisme yang berlebihan. Terlebih jika ada barang dengan diskon harga yang lumayan tinggi, apa yang bukan menjadi kebutuhan malah dipilih dan dibeli. Saudara, hidup berpusat pada dunia bukan hanya terjadi di jaman ini saja, melainkan juga terjadi di jaman lampau. Salah satunya dalam bacaan yang kita pelajari bersama. Kondisi apakah yang sebenarnya terjadi di Filipi?

Pemahaman

  • Ayat 17-19    : Apa makna “ikutilah teladanku” yang disampaikan oleh Paulus kepada jemaat di Filipi? Situasi dan kondisi apakah yang sedang terjadi di Filipi?
  • Ayat 20-21    : Bagaimanakah Paulus menuntun jemaat Filipi tentang status kewargaan mereka di sorga  ?

Bagian ini merupakan nasehat-nasehat yang diberikan Paulus kepada jemaat di Filipi. Pada saat itu terdapat “seteru-seteru salib Kristus”, yaitu orang-orang yang mengaku percaya kepada Kristus tetapi mencemarkan Injil dengan cara yang palsu (ayat 18). Mereka digambarkan oleh Paulus sebagai orang-orang yang menjadikan perut mereka sebagai tuhan, mengumbar dan mengejar kesenangan-kesenangan duniawi, membanggakan diri mereka dengan segala yang dimiliki, namun pada akhirnya ujung hidup mereka berakhir pada kebinasaan (ayat 19). Tentu hal ini meresahkan hati Paulus. Ia tidak ingin jemaat Tuhan di Filipi mengikuti gaya hidup para seteru Kristus yang hidupnya lebih berfokus pada pencapaian duniawi. Oleh karena itulah, ia berpesan kepada jemaat di Filipi untuk mengikuti teladan Paulus, yang artinya jemaat di Filipi diminta untuk mengikuti hidup beriman kepada Yesus seperti yang Paulus telah lakukan (ayat 17). Paulus menuntun perhatian jemaat di Filipi bahwa “kewargaan kita” adalah di dalam sorga, yang mana tujuan hidup orang percaya mengarah pada Kerajaan Allah. Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara dan segala kesenangan pun akan  menjadi lenyap tak bersisa. Sebab pada kedatangan Kristus yang kedua, kita menantikan dengan pengharapan pasti untuk hidup bahagia dan dalam kemuliaan di sorga. Paulus mengajak jemaat Filipi yang merupakan orang-orang yang sudah menerima anugerah keselamatan dari Kristus, untuk tetap berdiri teguh di dalam Tuhan meskipun mereka harus diperhadapkan dengan kondisi yang dapat menggoyahkan iman mereka.

Refleksi
Renungkanlah: Apakah kita telah mengarahkan hidup sepenuhnya hanya kepada-Nya ataukah mengejar hal-hal dunia demi pencapaian kepuasan diri sendiri? Hidup yang berfokus pada Kristus akan menolong kita untuk menjadi pribadi yang tahan terhadap segala godaan yang ada.

Tekadku
Tuhan, ajarlah aku untuk mengarahkan hati dan hidupku hanya kepada-Mu. Mampukanku untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang duniawi yang dapat menggoyahkan langkah imanku.

Tindakanku
Dengan pertolongan dari Tuhan sajalah, aku akan belajar menjauhkan diri dari godaan:…….. (sebutkan), yang telah membuatku tidak mengarahkan hati dan hidup kepada Tuhan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«