suplemenGKI.com

Sabtu, 16 Juli 2016

15/07/2016

Lukas 10:38-42

WASPADAI KESIBUKAN ANDA!

PENGANTAR
DI gereja kita dengan mudah menemukan orang-orang yang sangat sibuk melibatkan dirinya dalam pelayanan. Bahkan, bagi orang-orang tertentu, kesibukan dalam pelayanan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Anda mungkin salah satunya. Karena itu, kita perlu waspada terhadap kesibukan kita. Kesibukan, walau dilakukan dalam rangka pelayanan, dapat membuat kita kehilangan bagian yang terbaik yang disediakan Kristus bagi kita.

PEMAHAMAN
Kampung tempat tinggal Marta dan Maria adalah Betania (Yoh. 11:1-12:8) yang terletak beberapa kilometer di sebelah Timur kota Yerusalem. Yesus tinggal di kampung ini pada minggu terakhir masa pelayanan-Nya di dunia ini. Dengan kata lain, ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi mereka yang ada di Betania.

Ay. 38-40   Bandingkanlah sikap Maria dan Marta. Apa kesamaan di antara mereka berdua? Apa perbedaan di antara mereka berdua? Mengapa Marta marah kepada Maria?

Ay. 41-42   Bagaimana Yesus menjawab keluhan Marta? Apa yang Yesus maksudkan dengan “bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya”?

Kehadiran Yesus di Betania disambut dengan gembira oleh dua orang perempuan bersaudara, Marta dan Maria. Apakah mereka sudah tahu bahwa saat itu adalah saat-saat terakhir pelayanan Yesus di dunia? Mungkin ya, mungkin tidak. Namun, entah mengetahui hal itu atau tidak, mereka berdua ingin menggunakan kesempatan yang sangat berharga itu dengan sebaik-baiknya. Dan, ternyata mereka mempunyai cara yang berbeda dalam menggunakan kesempatan yang berharga itu. Marta ingin menggunakannya untuk menunjukkan keramahtamahan yang luar biasa kepada Yesus. Ia pun sibuk mempersiapkan makanan bagi Yesus.  Berbeda dari Marta, Maria menggunakan kesempatan ini untuk duduk di dekat kaki Yesus dan mendengarkan perkataan-Nya. Marta pun menjadi marah karena Maria membiarkannya sibuk seorang diri. Ia pun menyampaikan keluhannya kepada Yesus.

Bagaimana Yesus menjawab keluhan Marta? Alih-alih membela Marta,  Yesus justru menegurnya karena ia “kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara” (ay. 41). Ini bukanlah sikap yang tepat ketika berada di hadapan Tuhan, apalagi pada saat-saat terakhir-Nya. Bukan berarti bahwa pekerjaan rumah tangga yang dilakukan Marta itu tidak penting. Namun, sikap yang benar di hadapan Yesus adalah mendengarkan dan menaati firman-Nya.

REFLEKSI
Berapa banyak waktu yang Anda gunakan untuk melakukan pelayanan? Berapa banyak waktu yang Anda gunakan untuk membaca atau mendengarkan firman-Nya?

TEKADKU
Tuhan, ampunilah aku karena terlalu sibuk melayani hingga tidak sempat membaca dan mendengarkan firman-Mu. Tolonglah aku agar lebih tekun mempelajari firman-Mu.

TINDAKANKU
Aku akan bertanya kepada anggota keluargaku (istri/ suami dan anak-anakku), apakah menurut mereka aku terlalu sibuk melibatkan diri dalam pelayanan? Aku akan meminta saran dan bantuan dari mereka agar aku bisa lebih banyak waktu untuk membaca dan mendengarkan firman Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«