suplemenGKI.com

Sabtu, 16 April 2016

15/04/2016

Yohanes 10:22-30

APA YANG ANDA HARAPKAN?

PENGANTAR
Apa yang Anda harapkan dari orang-orang yang mengasihi Anda? Sewaktu masih kanak-kanak, kita menganggap bahwa orang-orang yang mengasihi kita (terutama orang tua kita) adalah orang-orang yang selalu menuruti keinginan kita dan memberikan apa yang kita minta. Sebaliknya, jika mereka tidak melakukan dan memberikan apa yang kita harapkan maka kita akan menganggap mereka tidak mengasihi kita. Sayangnya, cara berpikir seperti kanak-kanak ini masih sering kita jumpai pada orang-orang yang mengikut Yesus. Mereka mengharapkan Yesus selalu melakukan dan memberikan apa yang mereka inginkan.

PEMAHAMAN
Hari raya Pentahbisan Bait Allah, yang juga dikenal dengan sebutan Hanukah, dilakukan untuk memperingati penyucian kembali Bait Allah. Pada tahun 165 SM, di bawah kepemimpinan Yudas Makabeus, orang-orang Yahudi berhasil merebut kembali Bait Allah dari tangan Antiokhus Epiphanes yang tengah gencar berupaya me-Yunani-kan seluruh wilayah jajahannya. Dalam pengaruh semangat kepahlawanan itulah orang-orang Yahudi bertanya mengenai identitas Yesus.

Ay. 24    Mengapa mereka membutuhkan kepastian bahwa Yesus adalah Mesias? Apa yang mereka harapkan dari Yesus?

Ay. 25    Yesus telah melakukan berbagai mukjizat di tengah-tengah mereka. Bagaimana seharusnya mereka memahami pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan Yesus itu?

Di tengah perayaan Hanukah, romantisme kepahlawanan Yudas Makebeus muncul kembali. Hal inilah yang mendorong mereka menuntut penegasan identitas mesianik Yesus. Di balik tuntutan itu ada harapan yang sangat besar bahwa Yesus akan mengulang kembali tindakan kepahlawan Yudas Makebeus, kali ini terhadap penguasa Romawi yang menindas mereka.

Namun, seperti kita tahu, melepaskan mereka dari kekuasaan Romawi bukanlah misi mesianik Yesus. Ada misi yang lebih besar dan lebih penting dari itu. Misi mesianik Yesus adalah menyatakan kehadiran Allah di tengah umat-Nya, agar umat Allah dapat melihat kemuliaan-Nya (lihat Yoh. 1:14).  Melalui apa yang diajarkan dan dilakukan-Nya, Yesus menegaskan bahwa Allah tetap mengasihi mereka dan senantiasa hadir di tengah-tengah mereka.

REFLEKSI
Apa tanda-tanda kehadiran Allah dalam kehidupan Anda? Bagaimana hal itu mempengaruhi hubungan Anda dengan Allah?

TEKADKU
Tuhan, mulai hari ini, aku tidak lagi mengukur kasih-Mu berdasarkan keegoisanku.  Berilah aku hikmat dan ketulusan untuk melihat tanda-tanda kehadiran-Mu dalam hidupku.

TINDAKANKU
Aku akan mengingat kembali minimal tiga peristiwa yang menunjukkan tanda kehadiran Allah dalam hidupku, dan membagikan pengalamanku itu kepada orang-orang di sekitarku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«