suplemenGKI.com

Bacaan : Markus 8: 27-30                             

PENGAKUAN PETRUS

Kaisarea Filipi terletak di luar Galilea. Daerah ini  tidak berada di wilayah kekuasaan Herodes, melainkan Filipus. Di kota kecil ini terdapat sebuah kuil yang terbuat dari marmer, yang sengaja dibangun oleh Filipus sebagai tempat penyembahan kepada Caesar, sang Kaisar Romawi penguasa dunia yang dianggap sebagai dewa. Kemegahan Roma terasa sangat kuat terpancar di tempat tersebut.

Pertanyaan Penuntun :

  1. Mengapa Tuhan Yesus melontarkan pertanyaan: ”Kata orang, siapakah Aku ini?” serta melontarkan pertanyaan-Nya yang kedua,” Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
  2. Apakah jawaban para murid?
  3. Apakah jawaban Anda jika pertanyaan yang kedua ini dilontarkan kepada Anda?

 

RENUNGAN

Markus  sebagai penulis kitab Injil ini bukan tanpa sengaja menempatkan kisah ini persis ditengah-tengah kitab Injil yang ditulisnya. Pada saat itu Tuhan Yesus sangat memahami apa yang akan dia hadapi. Tuhan Yesus tahu pasti bahwa di depan-Nya ada salib yang tidak bisa dihindari. Para penantang-Nya telah bersiap-siap melancarkan serangan dahsyatnya! Masalah yang sedang Dia hadapi saat itu adalah : Sudahkah orang-orang di sekelilingnya menyadari siapa Dia sebenarnya?

Jika Tuhan Yesus sudah hidup, mengajar, serta bertindak di tengah-tengah begitu banyak orang, namun belum ada seorang pun yang dapat melihat Allah di dalam diri-Nya, maka seolah-olah sia-sialah seluruh aktivitas yang Dia lakukan selama ini!  Oleh karenanya Tuhan Yesus pada saat itu mencoba mencari tahu tentang hal itu dengan bertanya kepada para murid-Nya. ”Kata orang, siapakah Aku ini?” (ay. 27). Lalu Dia mendengar dari mereka kesan dan pendapat yang beredar dari mulut ke mulut tentang diri-Nya. Ada yang mengatakan bahwa diri-Nya adalah Yohanes pembaptis, ada pula yang mengatakan Elia, bahkan ada pula yang menganggap-Nya sebagai seorang dari para Nabi!

Setelah mereka menyampaikan pendapat banyak orang tentang siapa  Dia,  tiba-tiba secara mengejutkan Tuhan Yesus melontarkan pertanyaan yang sangat penting. Dia bertanya langsung kepada mereka demikian: ”Tetapi katamu, siapakah Aku?” (ay. 29). Murid-murid ketika itu boleh jadi tidak begitu siap mendengar pertanyaan itu. Saat mereka masih terhenyak, maka Petrus dengan sigap menjawab: ”Engkau adalah Mesias!”

Jawaban Petrus  atas pertanyaan Tuhan Yesus tersebut menjadi salah satu pernyataan yang penting di dalam kitab Injil. Injil Matius bahkan menulis pujian Tuhan Yesus kepada Simon Petrus. Tuhan menegaskan bahwa pernyataan yang terlontar dari mulutnya adalah dari Bapa-Nya yang di Sorga! Dengan jawaban Petrus  tersebut, maka Tuhan Yesus tahu bahwa Dia tidak gagal.  Identitas diri-Nya yang sebenarnya sudah mulai diukir dalam hati dan benak para murid-Nya!

Nampaknya perlu bagi kita memperoleh pertanyaan seperti itu, sepanjang hidup kita! Karena betapa seringnya kita mengendurkan pemahaman kita tentang Siapa Dia, dan baru menyadari kembali ketika masalah-masalah kehidupan ini menerpa kita. Meskipun kita sering berdoa, membaca firman, dan pergi ke gereja/persekutuan. Tetapi bukankah kita sering kebingungan dan menjadi tidak mengerti saat Dia melakukan sesuatu yang ”tidak biasa” dalam hidup kita. Sebagai contoh, saat usaha kita mendadak tidak mendatangkan keuntungan yang berarti bagi kita, atau anak-anak kita tiba-tiba menjadi sulit kita mengerti. Jadi, siapakah Dia bagi Anda? Jawabannya ada di hati Saudara. Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*