suplemenGKI.com

Sabtu, 15 Mei 2021

14/05/2021

HIDUP KARENA PERCAYA PADA KRISTUS

1 Yohanes 5:9-13

 

Pengantar
Dalam sebuah tayangan di Youtube, ada seorang ibu muda sedang mengingatkan anaknya yang masih balita untuk tidak memegang botol saus sambal yang telah digunakan. Jika anaknya yang masih balita memegang botol itu, maka tangan sang anak akan terkena cipratan saus yang masih tersisa. Namun sang anak tidak mengindahkan perkataan ibunya. Balita itu bukan hanya memegang botol saus sambal, melainkan membuka dengan giginya. Alhasil, si balita itu pun mencicipi cipratan saus sambal dan berteriak. Melihat peristiwa itu, si ibu berkata, “ tuh kan, sudah dikasih tahu, dilarang nggak bisa”. Ibu muda itu hendak mengajarkan kepada anaknya untuk percaya dan mengindahkan perkataannya.

Saudara cerita tersebut mengingatkan kepada kita bahwa ada kalanya seseorang percaya terhadap sesuatu, kalau ia telah mengalaminya. Kata ‘percaya’ juga sering terdengar dalam hidup orang Kristen. ‘Percaya’ dalam kekristenan juga berbicara tentang iman dan kebergantungan pada Kristus. Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 9-10       : Apa maksud dari ‘kesaksian Allah lebih kuat’?
  • Ayat 11-12    : Apa kesaksian yang diberikan oleh Allah kepada umat manusia? Apa dampak dari kesaksian itu?

Bagian ini disampaikan oleh penulis surat Yohanes, sebagai ajaran mengenai kesaksian tentang Anak Allah kepada dunia yang tertuang dalam Firman Tuhan. Kesaksian manusia adalah kesaksian yang dapat diterima, terlebih lagi kesaksian Allah dalam diri Anak-Nya, yaitu Yesus Kristus, yang datang ke dalam dunia (ayat 9). Yesus datang ke dalam dunia agar manusia menjadi percaya dan memiliki kehidupan kekal di dalam Allah. Dengan kesaksian yang dibawa Anak Allah secara langsung, Ia memanggil dan menyelamatkan manusia dari dunia.

Kehidupan kekal yang dimiliki oleh orang percaya tidak bisa dipisahkan dalam relasi yang akrab dengan Kristus, seperti yang tertulis dalam ayat 12, “ Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup ”. Dalam relasi yang akrab itu, kita menjadi tahu bagaimana Allah sangat mengasihi kita. Sehingga ketika seseorang hidup dalam persekutuan dengan Kristus, maka ia akan mengalami pembaharuan hidup yang dikerjakan oleh Roh Kudus dan dapat memberikan pernyataan tentang apa yang telah dilakukan oleh Kristus dalam dirinya. Orang percaya tidak perlu ragu dan khawatir akan hidupnya, karena telah menemukan dan menikmati karya kebaikan Allah.

Refleksi
Tantangan dan rintangan akan selalu dihadapi oleh umat Tuhan. Apakah yang saudara lakukan ketika tak mampu menghadapi persoalan seorang diri? Apakah mencari pertolongan kepada Tuhan dan percaya kepada-Nya? Ataukah justru lebih mengandalkan kehebatan orang lain dan menghabiskan waktu dengan mencari jalan keluar melalui media sosial? Saudara, dalam kehidupan sebagai umat, Tuhan akan selalu melindungi dan memelihara dalam pergumulan menghadapi masalah. Oleh karena itu, marilah kita bersedia hidup dalam persekutuan dengan-Nya dan tunduk pada kehendak-Nya.

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku seringkali menjauh dari-Mu dan berusaha mengandalkan kekuatan manusia ketika sedang dihimpit persoalan. Bimbinglah, agar imanku tetap memandang hanya kepada-Mu.

Tindakanku
Di saat menghadapi persoalan, aku tidak akan meninggalkan imanku dan mau mempercayakan hidup seutuhnya kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*