suplemenGKI.com

Kejadian 12:1-9

“Iman yang Sejati Menuntut Ketaatan dan Penyerahan Diri Total”

 

PENGANTAR

Ketika terjadi bencana gunung Kelud, banyak warga yang tetap nekad masuk area radius 10 km dari puncak untuk melihat rumah dan ternak mereka. Padahal pemerintah sudah menetapkan wilayah itu terlarang sebab tidak aman. Warga tersebut tidak mengindahkan ketetapan pemerintah dan membahayakan keselamatan demi harta benda mereka. Peristiwa ini bisa menjadi cermin bagi umat Tuhan. Dalam menghadapi berbagai tantangan dan masalah,apakah umat Tuhan tetap konsisten untuk mentaati perintah Tuhan? Atau jangan-jangan percaya kita kepada Tuhan hanya sebatas pikiran atau perasaan saja. Oleh karenanya marilah kita belajar dari Abraham, yang disebut sebagai bapa orang beriman.

PEMAHAMAN

  1. Ayat 1: Apakah perintah Tuhan yang diberikan kepada Abraham? Menurut Anda, apakah itu sebuah perintah yang mudah untuk dilakukan?
  2. Ayat 4: Bagaimanakah respon Abraham terhadap perintah itu?
  3. Apakah makna perintah Allah itu bagi kehidupan umat Tuhan jaman sekarang?

Ayat 1 dimulai dengan “Berfirmanlah Allah…” ini menegaskan bahwa Allahlah yang memiliki kehendak dan memulai karya keselamatan. Allah memilih dan menyatakan diri kepada Abram, serta langsung memberi perintah kepada Abram untuk pergi meninggalkan negeri, sanak saudara, dan rumah bapanya (ay. 1). Sebuah perintah yang sungguh tidak mudah diterima oleh Abram menurut kita. Saat itu Abram memiliki kehidupan yang sangat mapan dan nyaman, apalagi dia belum begitu mengenal Allah. Namun Abram tidak bertanya apapun atau minta penjelasan kepada Tuhan segera melakukan perintah Tuhan itu tepat seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya (ay. 4a). Memang Allah menjanjikan nama yang masyur dan bangsa yang besar kepada Abram (ay. 2 & 3), namun  semuanya itu tidak langsung diterimanya saat itu. Abram tetap memutuskan untuk mengikuti Allah yang masih “asing” baginya dan mau mempercayakan hidupnya secara total kepadaNya. Oleh karenanya Allah memperhitungkan iman Abraham itu sebagai kebenaran (Roma 4:22). Abraham memberikan teladan bagi kita, bahwa iman yang sejati adalah iman yang mau melakukan perintah Allah dan mau mempercayakan hidup seutuhnya kepadaNya.

 

REFLEKSIKU

Apakah ada bagian tertentu dalam hidup Anda yang masih belum Anda percayakan penuh kepada Tuhan dengan cara melakukannya sesuai kehendakNya? Apakah dalam hal uang, bisnis, hobi, seks, gaya hidup, pendidikan, keluarga?

TEKADKU

Tuhan, tolong aku meninggalkan cara hidupku yang tidak benar di hadapanMu. Biarlah dengan pertolonganMu, aku dapat hidup seturut perintahMu, sebagai bukti imanku kepadaMu.

TINDAKANKU

Mulai hari ini aku akan mengubah cara hidup atau pandanganku dalam hal _________________ (sebutkan satu atau dua hal) dan menggantikannya dengan cara/jalan yang benar di hadapan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«