suplemenGKI.com

Sabtu, 15 Juni 2019

14/06/2019

Kesatuan Roh

Efesus 4:1-7

 

Pengantar
                Bangsa Indonesia telah berhasil menyelenggarakan pemilu dengan baik, namun hasil pemilu yang diumumkan oleh KPU menyisakan masalah yang besar yaitu bagaimana menyatukan kedua kubu yang sudah terbelah karena pemilu tersebut. Seharusnya pesta demokrasi ini dimaknai dengan memilih calon pemimpin yang terbaik, bukan adu kuat antara ke dua kubu tersebut. Ternyata menyatukan dua kubu yang sudah terlanjur bertentangan dan berseteru tidaklah hal yang mudah. Bagaimana nasihat Paulus kepada jemaat di Efesus mengalami perseteruan diantara mereka?

Pemahaman
Ay 1-2, Apa yang dinasihatkan Paulus kepada jemaat di Efesus?
Ay 3, Apa yang diharapkan Paulus kepada jemaat di Efesus?
Ay 5-6, Dalam hal apa saja kesatuan itu harus dipelihara?
Ay 7, Apa yang seharusnya dipertanggungjawabkan oleh orang-orang percaya?

Paulus mengingatkan jemaat Efesus, untuk hidup sesuai dengan panggilan Tuhan kepada mereka. Paulus pernah mengingatkan mereka diselamatkan sebagai orang percaya karena kasih karunia Tuhan itu bukan hasil usaha manusia, atau pekerjaan manusia tetapi pemberian Tuhan, maka seharusnya tidak ada lagi orang-orang yang memegahkan dirinya sendiri.

Maka orang-orang yang sudah diselamatkan di dalam Kristus harus senantiasa menjaga kesatuan Roh dalam kesatuan Tuhan, baptisan, iman, kasih dan pengharapan.

Paulus menyadari bahwa memelihara kesatuan Roh tidaklah mudah karena di dalam diri manusia ada kepentingan-kepentingan pribadi yang muncul dan harus dikendalikan dengan baik. Maka Paulus menasihati jemaat Efesus untuk hidup dalam kerendahan hati, menganggap yang lain lebih penting dari dirinya sendiri, tidak mencari popularitas diri sendiri namun menganggap orang lain lebih utama. Hati yang lemah lembut dibutuhkan dalam hidup berjemaat. Anggota jemaat yang beraneka ragam perlu untuk dimengerti dengan baik, bukan untuk dimusuhi apalagi di singkirkan. Kesabaran juga harus dimiliki oleh jemaat Efesus, supaya dapat menampung beragam kebudayaan, karena mereka ada yang dari Yahudi dan orang Yunani yang beragam pemahaman imannya pada waktu itu.

Paulus juga berharap mereka hidup di dalam kasih yang nyata atau kasih dalam tindakan. Keberbedaan yang tajam sekalipun dapat diatasi dengan perbuatan kasih. Karena kasih karunia dari Tuhan diberikan sesuai dengan kesanggupan orang tersebut dan sesuai dengan pemberian Kristus, sehingga seharusnya tidak ada orang-orang percaya menjadi iri satu dengan yang lain.

Setiap orang mempunyai keunikannya tersendiri, maka jangan ada orang yang menganggap dirinya lebih hebat atau lebih dibutuhkan dari orang lain. Maka untuk menjaga keunikan tersebut perlu dipelihara dengan mempertahankan kesatuan Roh.

Refleksi
Ambil waktu untuk merenungkan: Apakah saya masih mencari kepentingan diri sendiri ketika melayani Tuhan? Apakah saya sudah menjaga kesatuan Roh?

Tekadku
Ya, Tuhan seringkali kami melayani dengan ambisi kami masing-masing, sehingga kami akhirnya berseteru dengan sesama, ampunilah kami ya Tuhan dan ubahlah hidup kami.

Tindakanku
Mengintrospeksi pelayanan yang saya lakukan apakah memuliakan Tuhan atau menyenangkan saya sendiri?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«