suplemenGKI.com

Sabtu, 15 Juni 2013.

14/06/2013

Lukas 7:36-50.

 

Sedikit Diampuni, Sedikit Bersyukur

 

Pengantar:     
            Ada dua orang anak melihat sebungkus permen di meja gurunya. Kedua anak itu kemudian mengambil permen tersebut. Anak pertama tidak terlalu suka permen itu sehingga ia hanya mengambil dua biji, sedang anak ke dua membawa semua sisanya. Keesokan harinya guru bertanya “siapa yang mengambil permen di atas meja ibu guru kemarin, ke duanya  mengaku bahwa mereka yang ambil. Yang menarik adalah sikap ke dua anak itu, anak yang pertama ketika ditegur, hanya meresponi dengan  tertawa tanpa rasa bersalah, sedangkan anak yg ke dua, dia menangis, minta maaf berkali-kali dan berjanji tidak melakukannya lagi. Ternyata anak yg ke dua merasa sangat bersalah karena dia yg paling banyak mengambil permen tersebut, sehingga ketika dimaafkan oleh gurunya ia berkali-kali berterimakasih.

Pemahaman:

  1. Apa yang saudara pahami dari sikap Simon dan perempuan pendosa itu (v. 36-37)?
  2. Apa perbedaan antara Simon dengan perempuan pendosa dalam meresponi Yesus (44-47)

Simon orang farisi mengundang Yesus makan di rumahnya, apa alasannya? Bisa jadi karena ia ingin menguji apakah Yesus benar-2 seorang nabi atau bukan. Maka ketika ia melihat ada perempuan pendosa menyeka dan meminyaki kaki Yesus, ia berkata dalam hatinya “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini..”(39) Sikap hati yang menguji Yesus, dan merasa diri lebih baik lantas menilai orang lain buruk. Sedangkan perempuan itu, sejak berkesempatan mendekati Yesus, ia menangis dan melakukan sesuatu yg mungkin merupakan ungkapan penyesalan atas dirinya yg adalah orang berdosa. Dengan tindakannya ia seolah-olah memohon belaskasihan kepada Yesus untuk mengampuninya.

Belajar dari sikap ke dua orang tersebut, maka hanya orang yang merasa diri orang berdosalah yang merasa membutuhkan Yesus, merendahkan diri memohon pengampunan dari Tuhan Yesus, kemudian memberikan apa yang ada pada dirinya untuk dipersembahkan  sebagai ungkapan syukur atas pengampunan yang diterima dari Tuhan Yesus (44-47) Merasa sedikit berdosa, konsekuensinya merasa kurang membutuhkan Yesus, sebaliknya merasa banyak dosa konsekuensinya merasa banyak membutuhkan Yesus dan banyak bersyukur.

Refleksi:
Renungkanlah, bahwa pengampunan dari Tuhan sama sekali tidak bergantung dari sedikit atau banyak dosa yg telah kita perbuat, tetapi semata-mata berdasarkan anugerah Cuma-cuma dari Allah, maka bersyukurlah karenanya.

Tekadku:
Tuhan Yesus, aku sungguh bersyukur atas pengampunan yang Engkau berikan kepadaku, itu semata karena kemurahan-Mu, aku ingin bersyukur melalui apa yg bisa kulakukan bagi-Mu 

Tindakanku:
Aku akan selalu bersyukur atas pengampunan yang Tuhan Yesus anugerahkan dengan Cuma-cuma kepadaku, karena memang aku sebetulnya tidak layak menerimanya jika bukan karena kemurahan-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«