suplemenGKI.com

Sabtu, 15 Juli 2017

14/07/2017

Menabur Benih

Matius 13:1-9

 

Pengantar
Pernahkah Anda menabur benih? Ternyata tak semua benih yang ditabur akan  tumbuh, hidup, berkembang dan berbuah. Ada benih yang tak tumbuh, ada pula yang tumbuh tapi cepat layu dan mati dan ada pula yang tumbuh dan terus berkembang dan berbuah banyak. Bila  kita melihat benih yang tak tumbuh tentu bisa putus asa. Oleh karenanya lihatlah masih ada benih lain yang tumbuh dan berbuah. Demikian pula proses menabur benih kebaikan; nilai-nilai Kerajaan Allah, tidaklah selalu mudah namun selalu berbuah. Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman 

  • Ayat  1-3 : Di manakah Yesus saat mengucapkan perumpaan tentang penabur?
  • Ayat 4-8  : Bagaimanakah nasib benih yang ditaburkan?
  • Ayat 9      : Apakah makna kalimat dalam ayat ini?

Matius merekam sebuah peristiwa penting di mana Yesus keluar dari rumah di Kapernaum dan duduk di pantai danau Galilea. Ia memberi perumpamaan tentang seorang penabur yang menabur benih. Benih yang ditabur itu jatuh di tempat-tempat istimewa yaitu Pertama, di pinggir jalan sehingga burung-burung memakannya. Kedua, di tanah yang berbatu, tidak banyak tanahnya, benih segera tumbuh karena tanahnya tipis. Namun tumbuhan baru itu segera layu dan mati karena tidak berakar. Ketiga, semak berduri yang masih kecil, lama kelamaan menjadi besar, menghimpitnya dan tanaman itu mati. Keempat, tanah yang baik sehingga menghasilkan buah seratus kali lipat, enam puluh kali lipat dan tiga puluh kali lipat.

Inti pembicaraan Yesus adalah tentang mendesaknya Kerajaan Allah. Artinya Kerajaan Allah sudah berada di tengah-tengah mereka. Maka mereka yang mendengar Yesus berbicara juga dengan sendirinya menerima Kerajaan Allah yang sedang Ia wartakan dan bertugas untuk mewartakannya. Namun demikian Yesus sendiri menyadari bahwa sebagai seorang penabur ulung, benih yang tidak lain adalah semua perkataan-Nya sebagai wujud nyata Kerajaan Allah tidak akan menghasilkan buah yang berlimpah. Ada banyak kesulitan yang akan dialami bahkan Ia sendiri akan wafat di kayu salib. Namun Kerajaan Allah benar-benar menunjukkan kuasa dan keagungannya serta menghasilkan buah yang berlimpah. Melalui perumpamaan ini, Yesus juga mengajak para murid untuk tidak pernah lelah atau takut mewartakan Kerajaan Allah. Mereka harus tetap berharap pada kuasa Tuhan. Tuhanlah yang akan membantu mereka untuk berkarya dan melayani Kerajaan-Nya sehingga dapat menghasilkan buah yang berlimpah. Itu sebabnya pada akhir perikop, Yesus berkata: “Siapa yang bertelinga hendaklah ia mendengar”.

Refleksi
Ambillah waktu hening sejenak. Dalam keheningan, ingatlah apakah Anda pernah pesimis dan lelah mengajarkan kebaikan? Memang tak semua benih kebaikan bertumbuh baik namun pasti ada yang bertumbuh dan berbuah. 

Tekadku
Ya Tuhan, mampukanlah aku terus bersemangat menaburkan benih kebaikan yang menyatakan hadir-Nya Kerajaan ALLAH di tengah dunia. 

Tindakanku
Aku akan membagikan nilai-nilai kebaikan yang ku renungkan setiap hari kepada orang lain agar semakin banyak orang yang merasakan hadirnya Kerajaan Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«