suplemenGKI.com

Yohanes 2:1-11

MENGHADAPI KONDISI GAWAT-DARURAT

 

PENGANTAR
Kita tidak bisa sepenuhnya bisa menghindar dari situasi yang sukar. Bahkan, adakalanya kita harus berhadapan dengan situasi “gawat-darurat”, yang terjadi secara mendadak, mengandung bahaya atau risiko tinggi, dan membutuhkan penanganan yang segera. Dalam situasi semacam itu, bagaimanakah seharusnya kita bersikap?

PEMAHAMAN
Bacaan kita hari ini mencatat mukjizat Yesus yang pertama, yang terjadi dalam sebuah pesta perkawinan. Kana, tempat perkawinan ini, tidak jauh dari Nazaret. Ibu Yesus, Maria, memiliki peran yang cukup penting dalam penyelenggaraan pesta perkawinan ini (lihat ayat 1, 2, dan 5).
Sebuah pesta perkawinan pada masa itu biasanya berlangsung selama tujuh hari. Jika tamu yang hadir melampaui jumlah yang diperkirakan, mereka akan kehabisan persediaan anggur. Padahal, dalam sebuah pesta, anggur merupakan hidangan penting yang harus selalu tersedia. Kekurangan anggur dapat mempermalukan keluarga penyelenggara pesta. Situasi seperti itulah yang dihadapi oleh Maria, ibu Yesus.

Ay. 3-5.       Apa yang dilakukan Maria ketika mereka kekurangan anggur? Apa yang dapat kita pelajari dari sikap Maria?
Ay. 6-10.    Apa peran para pelayan dalam mukjizat ini? Apa yang dapat kita pelajari dari sikap para pelayan ini?
Ay. 11.        Apa tujuan Yesus melakukan mukjizat? Mengapa hal ini perlu ditegaskan di sini?

Ada tiga hal penting yang dapat kita pelajari dari sikap Maria ketika berhadapan dengan kesulitan. Pertama, Maria membawa masalah yang dihadapinya kepada Yesus (ay. 3). Maria percaya bahwa Yesus sanggup mengatasi masalah itu, meskipun ia belum pernah melihat Yesus melakukan mukjizat apa pun. Kedua, mengenai waktu, Maria menyerahkan sepenuhnya kepada Yesus. Maria percaya bahwa Yesus peduli terhadap kesulitan yang dihadapinya, dan Ia akan bertindak pada saat yang tepat (ay. 4). Ketiga, mengenai cara yang hendak Yesus gunakan, Maria juga pasrah kepada Yesus. Maria menyuruh para pelayan untuk melakukan apa yang dikatakan Yesus (ay. 5).

Bukan hanya Maria yang terlibat dalam mukjizat pertama Yesus. Peran penting juga dilakukan oleh para pelayan dalam pesta perkawinan tersebut. Ada hal penting yang dapat kita pelajari dari ketaatan mereka kepada Yesus. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi, namun mereka melakukan apa yang Yesus katakan. Mereka mengisi enam tempayan pembasuhan dengan air sampai penuh, lalu mencedoknya dan membawanya kepada pemimpin pesta. Ini adalah tindakan yang tidak lazim dan mengandung risiko tinggi. Tentu, pemimpin pesta itu akan marah jika air itu tidak berubah menjadi anggur. Namun, pada kenyataannya, air itu berubah menjadi anggur yang berkualitas tinggi. Kita dapat membayangkan, betapa bersukacitanya para pelayan itu.

Dari ayat 11 kita tahu bahwa tujuan Yesus melakukan mukjizat bukan hanya untuk mengatasi masalah yang terjadi dalam pesta perkawinan tersebut. Mukjizat itu dilakukan agar nama Tuhan dipermuliakan, dan iman para murid diteguhkan. 

REFLEKSI
Mukjizat adalah anugerah Tuhan, dan kita dapat memohon kepada-Nya dengan iman dan ketaatan. 

TEKADKU
Tuhan, jadikanlah aku alat di tangan-Mu, untuk memuliakan nama-Mu. 

TINDAKANKU
Dalam minggu ini, aku akan bersaksi (minimal kepada satu orang) mengenai mukjizat yang telah Tuhan kerjakan dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«