suplemenGKI.com

I Korintus 3:5-9

MEMANG KITA INI SIAPA ?

 

Pengantar
Kota Korintus merupakan salah satu kota penting dalam Perjanjian Baru. Kota ini sempat mengalami kehancuran dan dibangun kembali oleh Julius Caesar. Kota ini menjadi kota pelabuhan ternama. Penduduknya beragam, bahasanya beragam.Demikian pula dengan agama yang ada di Korintus. Bukan hanya Yudais, Kristen, tetapi juga agama-agama lain yang menyembah dewa-dewi Baal. Kota ini sangat maju dan bisa digolongkan sebagai kota metropolitan.

Jemaat Kristen di kota Korintus didirikan oleh Paulus pada masa perjalanan pelayanannya yang ke-2. Paulus berada di kota ini selama 18 bulan. Setelah meninggalkan Korintus secara intens Paulus melakukan korespondensi dengan jemaat Kristen di Korintus.

Pemahaman

Ayat 5-9               Perselisihan apa yang sedang terjadi di jemaat Kristen di kota Korintus ? dan bagaimanakah tanggapan Paulus ?

Salah satu persoalan di jemaat Kristen di kota Korintus adalah mempersoalkan siapakah yang telah berperan dan berjasa dalam kehadiran dan perkembangan kekristenan di Korintus. Sebagian menganggap Pauluslah yang berperan sedangkan yang lain berpandangan Apoloslah yang berperan penting. Hal ini menimbulkan perselisihan dan pertengkaran ditubuh jemaat Kristen. Paulus mendengar kabar ini sehingga terdorong untuk menegur dan mengingatkan jemaat Kristen di kota Korintus bahwa Allahlah yang berperan dan paling berjasa dalam seluruh pertumbuhan kekristenan di kota Korintus. Paulus dan Apolos bukanlah siapa-siapa (ayat 5). Allah mempercayakan jemaat Kristen di Korintus untuk dibina dan digembalakan agar mengalami pertumbuhan. Paulus dan Apolos memainkan peran yang telah dipercayakan Allah kepada mereka (ayat 6). Allahlah yang telah bekerja dan berkarya menghadirkan jemaat Kristen di kota Korintus, jemaat adalah ladang yang Allah percayakan untuk digarap (ayat 9)

Melalui surat Paulus kepada jemaat Kristen di kota Korintus, kita belajar melihat bahwa sesungguhnya gereja hadir, bertumbuh dan berkembang hanyalah karena Allah. Hamba Tuhan, aktivis, para pelayan, jemaat sekalipun tidak selayaknya untuk menyebut diri paling berjasa atas pertumbuhan gereja. Allahlah yang mengerjakan semuanya itu. Kita semua hanyalah rekan sekerja Allah, yang dipercayakan mengerjakan pekerjaan Allah. Kita memiliki banyak sekali kekurangan dan kelemahan. Namun Allah tidak melihat itu semua. Allah percaya bahwa kita semua adalah rekan sekerja-Nya. Masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, dan Allah menghendaki kita mengerjakan semua itu dengan sukacita dan ketulusan.

Refleksi
Sejarah perjalanan gereja sejak awal kehadirannya hingga saat ini mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Semua itu terjadi bukan karena manusia, tetapi karena Allah yang mengerjakan semua itu. Ladang masih sangat luas. Pekerjaan masih sangat banyak. Kita didorong untuk tidak mempersoalkan hal-hal lahiriah dan memperdebatkan siapa yang paling berjasa dan paling hebat.

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami untuk terus bersemangat memberi diri dalam berbagai pekerjaan yang Engkau percayakan. Jangan biarkan kami terlena dan menyombongkan diri kami. Ajar kami untuk memiliki kerendahan hati. Karena seluruh pekerjaan gereja-Mu terjadi semata-mata hanyalah karena pertolongan-Mu.

Tindakanku
Tetap bersemangat dalam keterlibatan pelayanan di gereja. Bersemangat dalam pemberitaan Injil.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*