suplemenGKI.com

Pertobatan Sejati: Hidup Dalam Integritas Diri

Lukas 3:10-14

 

Pengantar
Seorang pemuda Kristen merespons khotbah pendetanya tentang ajakan untuk membuktikan pertobatan secara nyata. Dalam hati ia berbicara “Emang tobat itu gampang? Kalau ngomong doang sih emang gampang, tapi kan membuktikannya ini yang susah. Apalagi aku manusia yang gampang jatuh dalam dosa.” Apakah benar bahwa pertobatan itu harus merujuk pada hal-hal yang rumit dan sulit untuk dilakukan? Untuk mendapatkan jawabannya, mari kita mendalami bacaan Alkitab hari ini.  

Pemahaman

  • Ayat 10-14: Apa contoh nyata pertobatan dalam masing-masing pertanyaan? Apa kesimpulan dari ketiga pesan yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis?

Bacaan hari ini merupakan lanjutan dari bacaan kemarin. Pada bagian sebelumnya kita diingatkan bahwa  orang Kristen yang sejati adalah mereka yang berbuah. Dalam bacaan hari ini Yohanes Pembaptis memberikan contoh yang nyata dari buah pertobatan melalui pertanyaan orang-orang yang hadir dan mendengarkan khotbahnya. Kita  menemukan 3 contoh bukti dari pertobatan yang sejati. Dalam contoh pertama (ay. 10-11) kita menemukan sebuah pesan bahwa pertobatan sejati perlu dibuktikan dengan kesediaan berbagi. Berkat yang kita miliki perlu dialirkan bagi mereka yang membutuhkan. Dalam contoh ini, umat diajak untuk tidak hanya memikirkan dirinya sendiri tapi juga peduli pada mereka yang berkekurangan. Dalam contoh kedua (ay. 12-13) para pemungut cukai diminta membuktikan pertobatannya dengan tidak menarik pajak melebihi standard yang berlaku. Pada zaman itu, hak mengumpulkan pajak dilelang dan kemudian diberikan kepada pemungut cukai yang menawar dengan harga tertinggi. Oleh karena itu pemungut cukai yang mendapatkan hak tersebut akan berusaha menutupi pengeluarannya dan mendapat untung dengan memungut pajak sebesar mungkin. Dalam contoh ketiga (ay.14), para prajurit diajak untuk membuktikan  pertobatan sejati dengan mencukupkan diri; tidak merampas atau memeras orang lain.

Dari ketiga pesan di atas kita dapat melihat tanda pertobatan sejati yakni integritas diri. Dalam hidup sehari-hari sebagai orang beriman, apakah kita hidup dalam integritas diri? Seringkali kita berpikir bahwa pertobatan itu menuntut suatu hal yang besar yang sulit atau mustahil untuk kita lakukan, padahal tidak. Pertobatan yang sejati terlihat dari bagaimana kita setia dan menunjukkan integritas diri sebagai orang beriman dalam tanggungjawab hidup sehari-hari. Orang Kristen yang memiliki integritas diri yang baik akan selalu menjunjung nilai-nilai Kekristenan. Dia tidak hanya memikirkan kepentingan dan keuntungan dirinya sendiri. Dia tidak egosentris tapi selalu peduli pada kepentingan dan kesejahteraan orang lain. Marilah kita menghidupi penghayatan masa adven dengan integritas diri sebagai Kristen sejati dalam tanggungjawab hidup sehari-hari. 

Refleksi
Bayangkan, Saudara sedang membutuhkan uang yang cukup besar untuk biaya rumah sakit anak Saudara. Bertepatan dengan hal itu, pimpinan Saudara memberikan uang yang merupakan hasil dari penggelapan uang kantor. Dia berkata, “ Tak usah takut, kamu membutuhkan uang ini. Ini jatahmu. Teman-teman yang lain  juga telah menerimanya.” Dalam kondisi yang demikian, apa yang akan Saudara lakukan?

Tekadku
TUHAN, mampukan aku untuk hidup dalam integritas diri sebagai pengikut-Mu. Ajar aku untuk saling berbagi dan menolong, hidup jujur, mencukupkan diri dengan apa yang ada, menjunjung keadilan dan tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain agar pertobatanku tidak sebatas kata-kata saja.

Tindakanku
Aku akan menjaga integritas  diri sebagai pengikut Kristus di mana pun aku berada. Aku akan melakukan tanggungjawab hidup sehari-hari dengan sebaik-baiknya. Aku akan selalu bertanya kepada Tuhan, “apa yang harus ku lakukan untuk memuliakan Tuhan dalam tanggungjawab hidup sehari-hari?”

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*