suplemenGKI.com

Sabtu, 15 April 2017

14/04/2017

Kisah Para rasul 10:34-43

 

Memberitakan karya keselamatan dari Tuhan Yesus

Pengantar:
Jika saudara pernah menikmati sesuatu yang sangat menyenangkan, tentu saudara ingin agar orang lain pun mengetahui dan menikmatinya, bukan! Bagaimana caranya agar sesuatu yang sangat menyenangkan yang pernah saudara nikmati itu, juga bisa dinikmati oleh orang lain? Caranya adalah: saudara harus menceritakan, menunjukkan dan bila perlu mengantar orang lain untuk menikmatinya. Mungkin saudara harus sedikit berkorban: waktu, tenaga atau bahkan uang, karena saudara ingin agar orang lain menikmati apa yang menyenangkan itu. Dalam renungan hari ini, kita belajar dari Simon Petrus ketika ia harus berkorban waktu, tenaga untuk datang ke Kaisarea demi memberitakan Injil Yesus Kristus yang menyelamatkan itu kepada Kornelius dan keluarganya di Kaisarea.

Pemahaman:

1)      Peristiwa apakah yang kemudian mendorong Petrus untuk pergi ke Kaisarea? (v. 9-17)

2)      Bagaimana cara Allah mengutus Petrus memberitakan Injil Kristus di Kaisarea? (v. 1-8)

3)      Bagaimana respon Petrus terhadap kebutuhan keselamatan orang lain? (v. 34-43)

Panggilan untuk memberitakan Injil Keselamatan dari Tuhan Yesus kepada sesama, tidak muncul karena strategi, rencana maupun keputusan manusia, melainkan karena gerakan Allah. Allah menggerakkan Petrus ketika berdoa, Allah kemudian menunjukkan kepadanya bahwa Injil keselamatan itu harus diberitakan kepada semua orang tanpa membeda-bedakan (v. 9-17). Hal itu menunjukkan bahwa Allah juga menyediakan anugerah keselamatan bagi orang lain yang masih hidup dalam belenggu dosa.

Cara Allah mengutus Petrus sungguh luar biasa. Sebelum Petrus berangkat memberitakan Injil keselamatan kepada orang lain, Allah telah mempersiapkan terlebih dahulu ladang yang siap untuk dituai (v.1-8) Sebelum peristiwa Tuhan menyatakan diri-Nya kepada Kornelius, mungkin Petrus belum pernah berjumpa dengan Kornelius. Tetapi jika Tuhan mempersiapkan ladang bagi pemberitaan Injil, maka segala sesuatu menjadi mungkin. Itulah yang Tuhan lakukan dalam rangka mempersiapkan ladang bagi benih Injil yang akan ditabur oleh Petrus.

Respon Petrus yang “segera” ketika Tuhan mengutusnya ke Kaisarea untuk memberitakan Injil Tuhan Yesus Kristus, menjadi penting bagi kita sebagai gereja untuk meneladaninya, agar ladang yang sudah menguning dan siap dituai tidak terabaikan. Berkat dari respon Petrus yang segera itu, maka Kornelius dan semua orang yang berkumpul di rumahnya menjadi percaya dan diselamatkan di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Refleksi:
Bagaimana dengan saudara, apakah ketika Tuhan memanggil untuk melayani-Nya, saudara akan segera meresponi atau justru mengabaikannya? Ingat ladang sudah menguning.

Tekad:
Tuhan, ajarkan saya untuk sedia meresponi panggilan melayani-Mu selagi ada kesempatan.   

Tindakan:
Melatih diri untuk tidak mengabaikan panggilan Tuhan dalam rangka memberitakan Injil keselamatan dari Tuhan Yesus kepada sesama melalui pelayanan yang dipercayakan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«