suplemenGKI.com

KELUARGAKU SEBAGAI JEMBATAN KEHIDUPAN

Kisah Para Rasul 5:17-21

 

PENGANTAR
Jembatan Merah Putih adalah jembatan kabel pancang yang terletak di kota Ambon, provinsi Maluku.  Menurut catatan, jembatan ini membentangi Teluk Dalam Pulau Ambon yang menghubungkan desa Rumah Tiga (Poka) di Kecamatan Sirimau pada sisi utara, dan Desa Hative Kecil (Galala) di kecamatan Teluk Ambon pada sisi selatan.  Pemilihan nama jembatan pasti bukan hanya menegaskan karya pembangunan pemerintah, tetapi juga menyiratkan harapan pulihnya kondisi Ambon dari konflik masa lalu.  Tetapi yang penting, semua kompenen masyarakat menjadi makin disatukan oleh “merah putih” sebagai jembatan. Demikian juga dengan kehidupan keluarga di dalam Kristus: dipanggil sebagai penghubung yang mendamaikan sesamanya. Apa dan bagaimana hal tersebut terjadi?  Mari kita baca dan renungkan!

PEMAHAMAN

  • Apa yang para Rasul alami setelah peristiwa yang terjadi di Serambi Salomo? (ay. 17-19)
  • Apa yang para Rasul tetap lakukan setelah mengalami mujizat di penjara? (ay. 21)
  • Apakah kita sebagai keluarga masih akan melakukan kebaikan sebagai jembatan kehidupan bagi sesama sekalipun keadaan makin sulit dan tidak mendukung?

Mungkinkah seseorang disalahkan karena kebaikan yang dilakukan?  Mungkin saja!  Namun wajar tidak bila tuduhan itu justru ditujukan kepada seseorang yang telah memberikan kebaikan yang benar-benar terbukti dialami banyak orang? Sangat tidak wajar!  Tapi itulah fakta yang terjadi.  Bermula dari “iri hati” semua kebaikan menjadi mungkin untuk disalahkan (ayat 17). Apa yang benar menjadi tidak benar, semata-mata karena subyektivitas.  Hal inilah yang dialami Para Rasul selepas mereka mengadakan mujizat dan banyak orang disembuhkan; justru mereka dimasukkan penjara.  Lalu apakah semua kebaikan berhenti karena tembok penjara?  Tidak! Setelah Para Rasul mengalami pertolongan Tuhan, mereka tetap menjalankan tugas pengajaran dan pemberitaan Injil dengan penuh ketaatan.

Kebenaran apa yang kita pelajari? Pertama, identitas kebaikan tidak ditentukan dari seberapa banyak orang yang menerima manfaat dari kebaikan itu sendiri.  Kebaikan tetaplah kebaikan meskipun sedikit orang yang menerimanya.  Jadi jangan mundur hanya karena ada yang mempersoalkan kebaikan.  Percayalah kebaikan tetap mengerjakan kebaikan bagi siapapun.  Kedua, tetap kerjakan kebaikan sebagai jembatan kehidupan kepada sesama, sesulit apapun keadaannya.  Kebaikan bukanlah kejahatan, maka tidak ada alasan menghentikan kebaikan bagi sesama.  Kebenaran inilah yang dilakukan Para Rasul setelah menerima pengutusan Tuhan.  Tembok penjara tidak mampu menghalangi kebaikan Tuhan yang mengutus mereka untuk membebaskan sesamanya (ay. 21).

Kebenaran ini juga menjadi tugas pengutusan kita sebagai keluarga di tengah-tengah dunia.  Berbagai persoalan terkadang seolah memisahkan dunia dari kehendak baik Allah.  Namun sesungguhnya Allah senantiasa ada dan berkarya di tengah dunia.  Sebagai pribadi dan keluarga, setiap kita dipanggil untuk taat dan setia mengerjakan segala kebaikan sebagai jembatan kehidupan dari Allah bagi sesama. Apapun tantangan dan kesulitan yang dihadapi jangan gentar.  Teruslah mengerjakan kebaikan yang menghubungkan dunia dengan kasih Allah. Kiranya semua anggota dapat bekerjasama dan saling mendukung di dalam doa dan kasih. Amin!

REFLEKSI
Mari merenungkan: mengerjakan kebaikan, meskipun kecil dan sulit, sesungguhnya merupakan wujud panggilan Allah bagi setiap pribadi dan keluarga di dalam Kristus.  Sehingga menjadi jembatan kehidupan yang menghantar sesama berjumpa dan mengalami kasih Allah.

TEKADKU
Terimakasih ya Tuhan, melalui kebenaran Firman-Mu.  Aku bertekad untuk tidak mundur mewujudkan kebaikan Allah sebagai Jembatan Kehidupan bagi sesama dan dunia.  

TINDAKANKU
Tuhan, hari ini aku akan memikirkan seseorang yang ada di sekitarku.  Aku dan keluargaku mau berbagi berkat yang aku miliki kepada seseorang yang membutuhkan sehingga kebaikan-Mu hadir dan berkarya dalam hidup sesamaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«