suplemenGKI.com

Kesungguhan Beriman

Bacaan, Kis 6:8-15

 

Pengantar
Beriman dengan sungguh-sungguh bukanlah hal yang mudah, apalagi kalau situasi dan kondisinya tidak mendukung. Namun beriman yang sungguh-sunguh harus dapat dibuktikan kepada orang lain  yang ada disekitar kita. Kesungguhan beriman akan teruji manakala iman menghadapi tantangan yang besar. Orang itu akan terlihat sungguh-sungguh beriman atau tidak, ketika ia/mereka menghadapi tantangan tersebut. Bagaimana orang itu menghadapi dan bersikap terhadap tantangan tersebut akan menentukan kualitas imannya.  Bagaimana dengan Stefanus?

Pemahaman
Ay 8, Apa yang menjadi latar belakang dari kisah Stefanus?

Ay 9-10, Apa yang sedang dihadapi oleh Stefanus?

Ay 11-14, Apa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi yang tidak senang dengan Stefanus?

Ay 15, Apa yang terjadi pada Stefanus ketika berhadapan dengan Mahkamah Agama?

Kisah Stefanus, diawali ketika jumlah anggota gerejamula-mula semakin hari semakin banyak sehingga pelayanan rasul-rasul bertambah banyak.  Tanpa disadari ada bagian yang terabaikan yaitu pelayanan meja bagi orang-orang yang kurang mampu. Maka timbulkeresahan diantara mereka dan hal ini terdengar oleh rasul-rasul. Rasul-rasul mengusulkan untuk adanya tenaga yang dapat membantu pelayanan meja, maka dipilihlah orang-orang yang baik, penuh iman,hikmat dan hidup di dalam Roh Kudus. Stefanus merupakan salah satu dari 7 orang yang terpilih.

Maka firman Tuhan semakin tersebar, Stefanus juga mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda diantara orang banyak. Apa yang dilakukan oleh Stefanus tersebut rupanya mengandung banyak pertanyaan bagi orang yang tidak memahami karya Tuhan yang sedang bekerja di dunia ini. Maka mereka mengajak Stefanus untuk berbincang-bincang tentang sesuatu yang mereka saksikan dan belum dapat diterima oleh pikiran mereka. Rupanya dalam perdebatan itu orang banyak tidak mampu melawan hikmat Stefanus, karena itu mereka mulai tidak menyukai Stefanus dan menghasut serta memfitnah bahwa Stefanus menghujat Musa dan Allah. Mereka menangkap Stefanus dan mengajukan saksi-saksi palsu ke Mahkamah Agama, untuk memperberat hukuman Stefanus. Rupanya Stefanus tidak takut sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh orang banyak terhadapnya, bahkan ketika Stefanus menghadapi persidangan di Mahkamah Agama wajah Stefanus bersinar seperti malaikat. Hal inimenunjukkan bahwa Stefanus sungguh-sunguh beriman dan tak gentar menghadapi tantangan di depannya.

Refleksi
Ambil waktu sejenak, renungkan: Sejauh mana kesungguhan kita beriman kepada Tuhan Yesus?

Apakah iman kita sudah teruji dengan berbagai macam persoalan hidup ini?

Tekad
Tuhan, ampuni kami kalau kami mudah mengeluh ketika menghadapi tantangan jaman ini, kami lebih suka sesuatu yang mudah dan gampang dalam hidup ini. Berikanlah iman yang teguh agar mampu melewati tantangan  bersamaMU.

Tindakanku
Sepanjang hari ini saya akan berusaha untuk tidak bersungut-sungut waktu menghadapi hal-hal yang kurang menyenangkan hati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«