suplemenGKI.com

KASIH KARUNIA UNTUK ORANG BERDOSA

I Timotius 1:12-17

 

Pengantar
Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Setiap kesalahan kita tentu membuat kita harus menerima dan menjalani konsekuensinya. Tidak jarang kesalahan yang kita lakukan membuat kita kehilangan banyak hal yang berharga dalam hidup kita. Terutama ketika kita merasa orang yang berdosa, kita merasa tidak layak untuk melayani Tuhan. Padahal ketika kita masih bisa melayani Tuhan sedangkan kita ini adalah orang berdosa. Itulah anugerah yang Tuhan berikan kepada kita.

Pemahaman

  • Ayat 12                  : Siapakah yang dapat mengubah dan memberi kekuatan kepada Paulus untuk melayani Tuhan?
  • Ayat 13-14            : Siapakah Paulus sebelum ia percaya kepada Kristus? Apakah yang ia alami sehingga ia bisa berubah dan bisa melayani Tuhan?
  • Ayat 16-17            : Apakah yang dilakukan oleh Kristus sehingga orang yang sedemikian berdosanya bisa berubah dan melayani Tuhan?

Ayat 12 menjelaskan secara jelas bahwa Kristus Yesuslah yang telah mengubahkan Paulus dan mengganggap dia setia, bahkan mempercayakan pelayanan yang luar biasa kepadanya. Bagaimana bisa? Kalau ada orang yang mengenal Paulus sebelum ia percaya kepada Kristus sampai ia percaya, pastilah orang tersebut akan terheran-heran. Dia adalah seorang yang terkenal dengan kekejamannya terhadap pengikut Tuhan Yesus. Ia tidak-segan-segan untuk membunuh, menganiaya dan memenjarakan pengikut Yesus. Dalam Alkitab, catatan tentang kehidupan Paulus terhadap murid Yesus dimulai dari perannya dalam perajaman terhadap Stefanus. Pada waktu itu, Paulus memiliki peranan besar dalam proses perajaman Stefanus, terlihat pada saat pakaian para saksi yang merajam diletakkan di kaki Paulus. Demikianlah masa lalu Paulus.

Meskipun demikian, Kristus tetap mengasihi Paulus. Ia menunjukkan belas kasihan-Nya kepada Paulus dengan cara memanggil Paulus untuk menjadi hamba-Nya, mempercayakan pelayanan kepadanya. Tuhan begitu sabar kepadanya, Tuhan berusaha merangkulnya dengan pertanyaan: “Saulus, Saulus. Mengapa engkau menganiaya Aku?” Pertanyaan inilah yang kemudian menyentuh dan mengubahkan kehidupan Paulus. Rangkulan kasih Tuhan telah mengubah kehidupannya.

Refleksi
Renungkalah: Bagaimana dengan kita? Apakah kita mau meneladani kasih Allah, yang dengan sabar menanti pertobatan orang yang berdosa dan masih memberi kesempatan untuk melayani-Nya? Dan kita sebagai orang berdosa, apakah kita mau bersabar terhadap saudara-saudara seiman kita yang masih bergumul dengan dosanya?

Tekadku
Ya Tuhan, terimakasih untuk anugerah pelayanan yang masih Tuhan percayakan kepada saya, meskipun saya ini adalah orang yang berdosa. Mampukan saya untuk terus bisa menjalankan kesempatan pelayanan yang Tuhan telah anugerahkan ini.

Tindakanku
Mulai sekarang saya akan belajar seperti Paulus, yang setia pada panggilannya. Karena Tuhan telah memberikan nyawa-Nya untuk menggantikan hukuman saya. Saya harus bisa memberikan yang terbaik untuk Tuhan dalam setiap karya layanan yang Tuhan sudah anugerahkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*