suplemenGKI.com

Lukas 15:1-7

“Cara Pandang-Nya Terhadap Orang Berdosa (1)”

 

Pengantar
Dalam bagian ayat sebelumnya (Lukas 14:25) kita menemukan sebuah kondisi di mana banyak orang begitu antusias mengikut YESUS demi mendengarkan pengajaran-Nya. Dari banyaknya orang yang berduyun-duyun itu, rupanya terdapat juga sekelompok pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Keadaan inilah yang memicu kegusaran atau sungut-sungut orang Farisi dan para ahi Taurat. Di mata mereka, TUHAN YESUS telah melakukan kesalahan fatal, sebab sudah menjadi anggapan umum bahwa pemungut cukai dan orang-orang berdosa itu adalah orang-orang yang tidak mempunyai harapan lagi. Di sisi lain sikap YESUS yang mengijinkan para pendosa itu datang kepada-Nya hanya akan merusak citra diri-Nya sendiri.  Mungkin, sama seperti orang Farisi dan Ahli Taurat itu, kitapun pernah merasa kesal  dan jengkel melihat orang-orang yang kita tahu sedang berkubang dalam dosa, tapi hadir dalam ruang ibadah bahkan terlibat aktif dalam pelayanan tanpa rasa malu/ rasa bersalah. Bagaimanakah seharusnya sikap kita terkait dengan hal ini? Mari kita melihat cara pandang TUHAN YESUS!

Pemahaman

1.      Apa yang dilakukan TUHAN YESUS menanggapi sungut-sungut orang Farisi dan Ahli Taurat itu?

2.      Bagaimanakah cara pandang TUHAN YESUS terhadap manusia berdosa?

3.      Apakah sikap yang harus kita ambil untuk meneladani-Nya dalam memandang “orang berdosa”?

Menanggapi sikap sungut-sungut orang Farisi dan ahli Taurat itu, TUHAN YESUS menyampaikan perumpamaan tentang domba yang hilang. Gambaran rasa sukacita yang diekspresikan oleh pemilik domba saat berhasil menemukan 1 dombanya yang hilang, dijadikan YESUS untuk menunjukkan betapa senangnya ALLAH dengan pertobatan orang-orang berdosa, melampaui sukacita pemilik domba (ayat 7).

Melalui perumpamaan domba yang hilang ini, TUHAN YESUS menyatakan cara pandang-Nya terhadap orang berdosa. Saat DIA tidak mempermasalahkan kedatangan “orang-orang berdosa”, itu tidak berarti bahwa DIA bertoleransi terhadap dosa mereka. Tetapi YESUS sadar bahwa orang berdosa itu seperti gambaran karakter domba yang “agak dungu”, dan kedunguan itulah yang membuatnya mudah tersesat. Karena sifat kedunguan yang dapat berakibat fatal bagi domba itu, maka sang pemilik berinisiatif untuk menolongnya. Begitu juga dengan ALLAH. Melalui YESUS KRISTUS, ALLAH berinisiatif untuk datang menyelamatkan orang-orang berdosa. Dan betapa sukacitanya DIA manakala kedatangan-Nya itu direspon dengan antusias oleh orang-orang berdosa, sebagai sebuah sikap terbuka bagi pertobatan. ALLAH memandang orang-orang berdosa itu sebagai orang yang berhak mendapatkan pengharapan bagi keselamatan jiwanya saat mereka benar-benar mengalami pertobatan melalui perjumpaannya dengan YESUS.

Mari kita belajar melihat “orang-orang berdosa” dengan cara pandang ALLAH. Kita bisa mulai mendoakan mereka, agar mereka memanfaatkan kehadiran di gereja, baik saat beribadah ataupun melayani sebagai saat untuk berjumpa dengan KRISTUS secara pribadi sehingga mereka sungguh-sungguh dapat mengalami pertobatan.

Refleksi
Apakah saudara sedang merasa  marah atau kesal (sungut-sungut) karena mengingat “orang-orang” yang kita tahu sedang berbuat dosa tapi tetap hadir di gereja bahkan melayani seolah-olah tanpa rasa bersalah?

Tekadku
Ya YESUS, saat saya mengingat orang yang saya tahu sedang berkubang dalam dosa namun datang beribadah dan melayani seolah-olah tanpa rasa bersalah, saya mengaku bahwa hati saya diliputi kemarahan. Namun saya sendiri sadar bahwa saya adalah orang berdosa yang terus membutuhkan pertolongan-Mu hari lepas hari. Karenanya saya ingin melepaskan rasa marah dan sungut-sungut ini ke dalam tangan-Mu dan menggantinya dengan sebuah tekad untuk memiliki cara pandang seperti-Mu ketika menghadapi “orang-orang berdosa”. Tolong mampukan saya melakukan tekad ini, TUHAN. Amin.

Tindakanku
Setiap kali aku melihat “orang-orang berdosa” yang memancing rasa marah serta sungut-sungutku, aku akan segera mengambil waktu untuk berdoa saat itu juga. Doa itu adalah untuk menyerahkan perasaan marahku dan untuk menyerahkan mereka ke dalam pengasihan TUHAN agar mengalami pertobatan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*