suplemenGKI.com

Matius 22:11-14

JANGAN ASAL DATANG!

PENGANTAR
Meski ditempatkan pada peristiwa yang sama, yaitu perjamuan kawin sang raja, namun perumpamaan ini (ay. 11-14) lebih mudah dipahami jika dibaca secara terpisah dari perumpamaan sebelumnya (ay.1-10). Tentu saja, pesan yang disampaikan melalui perumpamaan kedua ini masih berhubungan dengan perumpamaan yang pertama. Yesus menegaskan kembali tanggung jawab kita sebagai orang-orang yang telah diundang.

PEMAHAMAN

  • Ay. 11-13. Bagaimana reaksi sang raja ketika melihat seseorang yang tidak berpakaian pesta? Mengapa ia tidak berpakaian pesta? Mengapa ia sangat marah kepada orang tersebut?
  • Ay. 14. Yesus menyebutkan dua kelompok orang: orang yang dipanggil dan orang yang dipilih. Menurut  Anda, siapakah orang-orang yang dimaksudkan Yesus? Apa perbedaan penting di antara mereka berdua?

Selama perjamuan berlangsung, sang raja berkeliling untuk menyambut para tamu undangan yang telah hadir. Dalam kesempatan itu sang raja melihat seorang tamu yang tidak berpakaian pesta. Raja pun menegurnya dan menanyakan alasannya tidak memakai pakaian pesta. Namun, orang tersebut diam saja. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya ia tidak mempunyai alasan yang khusus. Namun, cukup jelas bahwa ia masuk ke ruang perjamuan itu tanpa persiapan yang cukup. Meskipun dia tidak menolak seperti orang-orang dalam perumpamaan sebelumnya, namun sikapnya tidak jauh berbeda dari mereka. Orang ini pun meremehkan undangan yang diberikan sang raja kepadanya. Sikap semacam ini juga sering kita jumpai di sekitar kita. Banyak orang yang memenuhi panggilan Allah – baik untuk beribadah maupun untuk melayani – tapi tidak melakukannya dengan sepenuh hati. Ibadah dan pelayanan mereka lakukan secara asal-asalan. Yesus pun menyebutkan bahwa memang ada banyak orang yang dipanggil, namun hanya sedikit yang menanggapi panggilan tersebut dengan sungguh-sungguh.

Sungguh menarik bahwa Tuhan Yesus menyebut orang-orang yang menanggapi panggilan dengan sungguh-sungguh itu sebagai orang-orang yang dipilih. Artinya, Tuhan lah yang telah bekerja di dalam diri mereka sehingga mereka dapat menanggapi panggilan tersebut secara positif. Orang-orang yang dipilih bukan hanya asal memenuhi panggilan, melainkan mempersiapkan dirinya agar ia juga layak menikmati perjamuan bersama dengan sang raja.  Sekali lagi, Yesus menegaskan bahwa keselamatan memang merupakan anugerah Allah, namun kita juga harus menanggapi anugerah tersebut dengan sungguh-sungguh.

REFLEKSI
Apakah Anda menanggapi undangan Tuhan, baik untuk beribadah maupun untuk melayani, dengan sepenuh hati?

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku melawan rasa bosan, jenuh dan malas yang sering membuat aku melakukan ibadah dan pelayananku secara asal-asalan.

TINDAKANKU
Dalam kebaktian Minggu besok aku akan mempersiapkan diri lebih baik. Aku akan datang lebih awal, yaitu 30 menit sebelum kebaktian dimulai, dan mempersiapkan hatiku untuk berjumpa dengan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«