suplemenGKI.com

Sabtu, 14 Mei 2016

13/05/2016

Pentakosta: Mengasihi Tuhan berarti mengikuti ajaran-Nya

Yohanes 14:15, 21-24

 

Pengantar

Sebelumnya Yesus berkata bahwa mempercayai-Nya berarti mengandalkan Dia sepenuhnya, dan tidak membiarkan diri ragu oleh berbagai hal yang terjadi. Di sini Dia berbicara tentang ciri orang yang mengasihi-Nya. Pertanyaan seorang murid-Nya kembali muncul di tengah penjelasan-Nya di sini

 

Pemahaman

Ay. 21: Perintah mana yang dimaksud di sini? Apakah hubungan jawaban sang Guru dengan pertanyaan sebelumnya (ay. 8)?

Istilah “menyatakan diri” (ay. 21) biasanya berarti hadir secara pribadi ke hadapan seseorang, memperlihatkan diri atau sesuatu secara jelas. Di Yohanes istilah ini mengenai penampakan khusus Allah.

Namun Yudas (lih.Luk.6:16; Kis.1:13) agaknya sedikit keliru memahami maksud Gurunya. Dia heran bagaimana mungkin sang Guru dapat hadir ke hadapan mereka, tanpa dilihat orang lain. Mungkin dia membayangkan kehadiran Kristus di akhir zaman kelak.

Sang Guru menjawabnya dengan mengulang untuk ketiga kalinya penjelasan sebelumnya. Yesus memang sering mengajar dengan mengulang beberapa kali suatu pernyataan, dengan arti tetap sama, dan susunan kalimat yang sedikit berlainan. Istilah “perintah-perintah” dan “firman” (harfiah “perkataan”) dipakai bergantian dengan arti yang sama di ayat-ayat ini. Kata “mengasihi” juga beberapa kali disebut di sini. Mengasihi Tuhan dan menuruti perintah atau pun perkataan-Nya jelas sangat ditekankan di sini. Orang yang mengasihi Tuhan tentu berusaha berperilaku menuruti Tuhan. Orang yang menerima pengajaran-Nya dan menuruti-Nya, dialah yang mengasihi-Nya.

Inti dari berbagai pengajaran dan perintah sang Guru selalu sama: supaya mengasihi satu sama lain, mengasihi sesama mereka. Itu diperkuat pula lewat karya-karya-Nya (yang ajaib dan mengagumkan, juga mengherankan).

Refleksi

Banyak orang mengaku mengasihi Tuhan, namun seringkali orang-orang lain di sekitarnya tidak dapat menyadari kekhususan itu. Orang sekarang sering lupa dengan identitas yang “dulu” dikenal melekat pada diri orang Kristen, “kasih/mengasihi”. Banyak orang yang mengaku Kristen, di masa kini, merasa “cukup” ketika sudah mengatakan ikut Kristus, entah disadarinya atau tidak. Padahal Alkitab masih menyuarakan hal sama tentang perintah, pengajaran maupun karya Kristus, sang Guru dan Tuhan itu, yang intinya supaya saling mengasihi, supaya berbuat mengasihi sesama, yang adalah pelaksanaan lebih lanjut dan bukti dari mengasihi Tuhan seutuhnya.

Tekad

Terus berusaha mengasihi lebih jelas lagi melalui perilaku.

Tindakan

Mulai dengan lebih memberi perhatian kepada anggota keluarga, juga orang di sekitar, dengan kasih.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«