suplemenGKI.com

Efesus 2:8-10.

 

Karena Kasih Karunia Kita Diselamatkan

Pengantar:
Berbicara tentang kasih karunia atau anugerah, tidak jarang orang mengidentikannya dengan sesuatu yang gratis. Penghayatan gratis secara umum tentu sangat berbeda dengan kasih karunia. Gratis secara umum, bisa bisa dilakukan oleh siapa saja apabila ia memang mempunyai lebih atau sudah tidak dibutuhkannya lagi, misalnya jika anda memiliki 2 helai handuk, sedangkan anda hanya butuh satu helai, maka yang satu helai anda bisa berikan orang lain tanpa harus membayar. Berbeda dengan kasih karunia, sesuatu yang sangat berharga, sangat dibutuhkan dan tidak ada duanya, namun karena demi menolong orang lain maka sesuatu itu rela diberikan kepada yang perlu ditolong. Apa yang sangat berharga, sangat dibutuhkan dan hanya satu-satunya itu bukan barang yang murahan, namun justru jauh lebih mahal harganya dari pribadi yang menerimanya. Itulah kehidupan dari Kristus.

Pemahaman:

- Apakah yang membuat Allah rela menganugerahkan keselamatan bagi kita manusia?

- Semahal apa, sepenting apakah kehidupan itu bagi manusia sehingga Ia mengaruniakan?

- Apakah yang harus dilakukan oleh manusia yang telah menerima keselamatan atau menerima hidup karena kasih karunia itu!

Manusia adalah ciptaan Allah yang sangat spesial, karena diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej 1:26-27) Kemudian manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah itu diberi nafas hidup, di mana nafas hidup itu adalah dari Allah sendiri (Kej 2:7) Itulah salah satu alasan mengapa manusia begitu istimewa dibanding dengan ciptaan-ciptaan Allah yang lain. Maka ketika manusia jatuh dalam dosa karena pemberontakannya, dan manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, Allah yang begitu mengasihi manusia kemudian rela mengorbankan diri-Nya demi menyelamatkan manusia (Band. Yoh 3:16)

Kehidupan adalah Allah itu sendiri, kehidupan adalah milik Allah sendiri yang tidak bisa diperoleh dari mana-mana. Dan kehidupan dari Allah itu adalah yang dibutuhkan dan menentukan kehidupan manusia, maka ketika manusia terancam bahaya atau terancam kematian karena  manusia memberontak, Allah tidak sanggup melihat kematian manusia karena dosa, Allah tidak sanggup melihat manusia kehilangan hidup karena dosa. Itulah sebabnya Allah rela hidup-Nya sendiri dikorbankan demi keselamatan manusia yang percaya atau yang beriman kepada-Nya (v. 8-9) Jadi hidup itu sesuatu yang berharga, bukan murahan.

Manusia yang telah diselamatkan oleh kasih karunia melalui pengorbanan Tuhan Yesus, diharapkan untuk terus hidup dalam kasih karunia Allah dan melakukan pekerjaan-pekerjaan baik dari Dia, dengan kata lain setiap orang yang telah mengalami kasih karunia dipanggil untuk menghidupi kasih karunia itu dengan menampakan Allah dalam hidupnya.

Refleksi:
Ingatlah, bahwa keselamatan kita adalah karena kasih karunia-Nya bukan karena usaha kita.

Tekad:
Tuhan, tolonglah agar aku senantiasa mensyukuri kasih karunia-Mu yang telah selamatkanku.

Tindakan:
Mulai saat ini aku mau hidupkan kasih karunia Allah itu dalam setiap aspek hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«