suplemenGKI.com

Sabtu, 14 Juli 2012

13/07/2012

Kolose 4:2-18

Hidup Penuh Hikmat

                Bagian ini merupakan penutup dari surat Paulus kepada jemaat di Kolose, sebagai penutup suratnya, Paulus mengucapkan banyak terimakasih kepada jemaat Kolose yang telah membantu pelayanan Paulus teristimewa di Kolose. Paulus juga memberikan beberapa nasihat kepada jemaat Kolose.

  1. Apa yang menjadi nasihat Paulus kepada jemaat di Kolose?
  2. Apa yang menjadi harapan Paulus kepada jemaat di Kolose?
  3. Apa yang menjadi permintaan Paulus kepada jemaat di Kolose?
  4. Hal apa yang dapat kita pelajari dari pelayanan Paulus di Kolose?

 

Renungan:

Paulus memberikan pesan-pesan terakhir dari penutup surat kepada jemaat Kolose, pesan itu antara lain: Bertekunlah dalam doa, Paulus menyadari benar bahwa pelayanannya dapat berjalan dengan baik karena banyaknya orang-orang yang mendukung dalam doa. Bagi Paulus doa merupakan senjata yang paling ampuh di dalam menghadapi peperangan rohani. Hiduplah dengan penuh hikmat, Paulus menyadari bahwa hidup di dalam dunia ini bersama-sama dengan banyak orang dan banyak ragamnya, oleh sebab itu dibutuhkan hikmat yang dari Tuhan, supaya kehidupan orang percaya tidak menjadi batu sandungan bagi yang lain. Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, dalam pergaulan dengan masyarakat maka sebagai orang yang percaya harus dapat berkomunikasi dengan baik, lewat kata-kata inilah orang lain bisa menilai karakter orang yang percaya, apakah baik atau tidak. Maka Paulus berharap perkataan-perkataan jemaat Kolose tidak hambar namun penuh kasih.

Paulus berharap bahwa jemaat Kolose menjadi jemaat yang berdoa, dan bersedia mendukung pelayanannya lewat doa-doa mereka, Paulus juga berharap mereka mengerti apa yang sedang dikerjakannya dalam pelayanan bersama dengan rekan kerjanya, sehingga jemaat Kolose mengerti perkembangan pelayanannya.

Paulus juga mempunyai permohonan kepada jemaat Kolose untuk dapat menerima orang-orang telah teruji dalam pelayanannya antara lain : Tikhikus, Onesimus, Markus dan kawan-kawannya. Paulus menyadari bahwa selagi ia dipenjara, ia tidak dapat berbuat banyak bagi jemaat Kolose maka ia berharap orang-orang tersebut dapat membantu pelayanannya di jemaat Kolose sehingga jemaat Kolose akan semakin maju.

Paulus mengharapkan bahwa jemaat Kolose dalam menerima orang bukan saja golongan Yahudi namun juga dapat menerima orang-orang yang non Yahudi (ay 11), karena Kristuspun telah mati untuk mereka juga.

Bagaimana dengan kehidupan doa kita? Sudahkah kita mendukung pelayanan di gereja kita lewat doa-doa kita? Sudahkah kita hidup dalam hikmat Tuhan? Mencoba mencari kehendak Tuhan atas hidup kita ini? Bagaimana dengan perkataan-perkataan yang kita ucapkan, sudahkah menjadi berkat?

Bagaimana dengan kehidupan berjemaat kita? Sudahkah kita menerima semua orang, teristimewa yang berbeda dengan kita? Atau apakah kita merasa golongan kita yang baik dan yang layak melayani Tuhan?

Mari kita belajar dari Paulus yang dapat menerima semua orang dan menjadikan mereka semua sebagai rekan kerjanya sehingga pelayanan di gereja bertambah maju.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«