suplemenGKI.com

Yohanes 1:43-51

TUJUAN HIDUP  BERINTEGRITAS

PENGANTAR

Kata “tujuan” bermakna sesuatu yang ingin diraih atau dicapai pada masa mendatang.  Berarti setiap orang punya tujuan dalam hidupnya. Persoalannya, bukan “ada” atau “tidak”nya tujuan, tapi “apa” yang menjadi tujuan hidup seseorang?  Bacaan kita mengajarkan tentang tujuan hidup yang benar.  Mari membaca dan mempelajarinya.

PEMAHAMAN

  • Ayat 45           : Siapakah yang bertemu dengan Filipus?  Dan apa yang dikatakannya?
  • Ayat 47           : Apa yang dilakukan Filipus selanjutnya?
  • Ayat 49           : Apa dampak pertemuan tersebut bagi hidup Nathanael
  • Apa yang menjadi tujuan hidup saudara?

Bila tujuan dipahami sebagai faktor-faktor yang menjadi alasan dibalik tindakan, maka setiap mahluk hidup, sadar atau tidak pasti hidupnya memiliki tujuan.  Lalu, apa bedanya manusia dengan ciptaan lain?  Pertanyaan ini mengajak manusia untuk hidup tidak sekadar memiliki tujuan, tetapi harus benar-benar menemukan tujuan hidup yang sesungguhnya.  Khususnya, tujuan hidup yang menjadi esensi dari kehidupan yang berkeyakinan kepada Tuhan, seperti yang dialami Filipus.  Ay.45 “kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat…, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret” seolah mengulang perkataan Simon, “kami telah menemukan Mesias” (ay.41).  Kata “telah” yang dipakai pada dua ayat ini menunjuk pada proses panjang pencarian lalu tiba pada satu titik perhentian karena sudah menemukan jawabannya.  Artinya, Yesus tidak sekadar memanggil seseorang menjadi murid-Nya, tapi dengan sengaja memilih orang-orang yang dalam kehidupan pribadinya juga berkomitmen menanti dan mencari Mesias seperti “yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi” (ay.45).  Itulah Simon dan Filipus.  Dua pribadi yang telah melakukan peziarahan hingga ditemukan Yesus dalam perjumpaan dan panggilan pribadi.

Menjadi orang Kristen bukan soal identitas keyakinan, melainkan proses membentuk dan mendekatkan diri pada kehendak Tuhan.  Proses yang selalu diperbaharui di dalam  kasih Tuhan, agar apa yang dilakukan dalam hidup ini bukan lagi dalam rangka memenuhi ambisi diri sendiri tetapi sebagai wujud ketaatan kepada rencana Tuhan.  Proses inilah yang dimaksud dengan tujuan hidup yang berintegritas, yaitu tujuan hidup yang ditemukan hanya dalam relasi dengan Tuhan dan membawa ketaatan penuh untuk melayani dan mewartakan kasih-Nya kepada orang lain;  seperti Filipus ‘membawa’ Nathanael pada Yesus.  Memasuki tahun baru ini, mari kita menyelaraskan tujuan hidup kita pada apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan sebagai tujuan hidup kristiani.

REFLEKSI

Mari merenungkan: apakah tujuan hidup saudara?  Tujuan hidup yang selaras dengan kehendak-Nya hanya dapat ditemukan dalam relasi kita dengan Tuhan.

TEKADKU

Tuhan mampukan aku untuk menyelaraskan tujuan hidupku dengan apa yang Tuhan mau untuk aku lakukan.

TINDAKANKU

Aku mau menyelaraskan tujuan hidupku dengan kehendak Tuhan melalui doa-doa pribadi setiap hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«