suplemenGKI.com

Bacaan : I Korintus 6 : 16 – 20.

Kita adalah anggota tubuh Kristus [bagian 2]

Seorang suami harus mengasihi istrinya seperti tubuhnya sendiri [pribadinya], dua orang menjadi satu dan itulah yang terjadi di dalam perkawinan. Kejadian 2 : 24 mengatakan, “keduanya akan menjadi satu daging”. Paulus mengutip nast ini untuk menjelaskan kepada jemaat Korintus tentang bahaya percabulan  dan alasan mengapa orang percaya tidak boleh melakukan percabulan.

Pertanyaan penuntun.

  1. Mengapa Paulus melarang orang percaya [jemaat] tidak terlibat dalam percabulan ? [ ayat 16-20].
  2. Apa akibat dari hidup yang tercemari oleh percabulan ?
  3. Bagaimana sikap orang percaya seharusnya ?

RENUNGAN.

Percabulan terjadi ketika seorang suami melakukan hubungan sexual dengan perempuan cabul [pelacur, atau pasangan selingkuh]. Rasul Paulus melarang hal itu dengan keras dengan alasan :

  1. Bahwa seseorang yang mengikatkan diri dengan perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia.[ayat 16].  Bagi kekristenan hubungan sexual hanya boleh dilakukan dalam ikatan perkawinan, mereka telah dipersatukan dalam ikatan pernikahan kudus, dan makna bahwa “keduanya akan menjadi satu daging” hanya boleh terjadi dalam konteks suami istri.
  2. Bahwa orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya  sendiri [ayat 18]. Rasul Paulus membedakan dosa-dosa lain dengan dosa percabulan, dosa-dosa lain muncul dari pribadi orang itu sendiri tetapi tidak berarti penyerahan diri sendiri kepada orang lain. Sedangkan dosa percabulan/pelacuran terjadi penyerahan diri sendiri kepada orang cabul/peacur, sehingga rasul Paulus mengatakan seseorang yang melakukan hubungan sexual dengan seorang pelacur merusak dirinya sendiri, termasuk jati dirinya sebagai orang Kristen.
  3. Sesungguhnya tubuh kita adalah Bait Roh Kudus [ayat 19]. Para jemaat diajak oleh Paulus untuk mengerti bahwa seluruh  gereja sebagai tubuh Kristus adalah Bait Roh Kudus, dan masing-masing tubuh adalah bait Roh Kudus pula. Yesus pernah berbicara tentang bait suci yang baru dari tubuhNya sendiri [Yoh 2:21] dan Roh Kristus kini tinggal dalam diri masing-masing orang percaya [Roma 8:9] dan orang percaya menjadi miik Roh Kudus, sehingga yang berkuasa dalam hidupnya adalah Kristus.
  4. Kita telah dibeli oleh Kristus dan harganya telah lunas dibayar. [ayat 20]. Setiap orang Kristen harus memahami bahwa hidupnya bukan miliknya sendiri, tetapi milik Kristus. Kristus telah membelinya dan harganya telah lunas dibayar. Ia telah membayar harga dosa dengan darahNya sendiri, dan dengan pengorbanan hidupNya sendiri.
  5. Muliakanlah Tuhan dengan tubuhmu. [ayat 20b]. sebagai ucapan syukur kita kepada Tuhan yang menjadikan kita sebagai milikNya/anak-anak Allah maka kita harus memuliakan Tuhan dengan tubuh kita. Setiap tindakan yang kita lakukan, makan, minum, bekerja, olahraga, bercinta adalah sebuah tindakan yang kita lakukan untuk memuliakan Tuhan . Bagaimana dengan saudara ? apakah kita memahami bahwa hidup kita adalah bukan milik kita sendiri tetapi milik Kristus. IA telah membeli kita dengan harga yang sangat mahal, yaitu dengan mengorbankan diriNya sendiri, agar kita beroleh keselamatan. Apakah kita dapat memuliakan Tuhan dengan hidup kita ? Tuhan memberkati.

 “Hidup kita adalah milik Kristus, muliakanlah Dia dengan segenap talentamu”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*