suplemenGKI.com

Bacaan : Markus 9 : 2 – 9.

 

KEMULIAAN ALLAH TERPANCAR

 

PENGANTAR
Dalam ibadah minggu transfigurasi, gereja merayakan peristiwa Yesus menyatakan kemuliaanNya.  Tuhan Yesus membawa tiga orang muridNya yakni Petrus, Yohanes dan Yakobus  ke atas sebuah gunung ( nama gunung tidak disebutkan ) dan diatas gunung itulah  rupa Tuhan Yesus memancarkan  kemuliaan Illahi ( peristiwa perubahan wajah tersebut disebut Transfigurasi ). Musa dan Elia juga hadir dalam peristiwa transfigurasi Yesus, keduanya berada dalam kemuliaan Illahi. Para murid yang bersama Yesus mengalami kebahagiaan bercampur ketakjupan.

 

PEMAHAMAN

  1. Mengapa Tuhan Yesus hanya membawa 3 orang murid naik ke atas gunung ? (ayat 2).
  2. Apa yang terjadi diatas gunung ? gambaran seperti apa yang dilihat para murid ? mengapa hal itu diperlihatkan kepada mereka ? (ayat 2b-3).
  3. Siapa yang muncul dalam peristiwa transfigurasi Yesus tersebut ? apa yang sedang diperbincangkan antara Yesus dengan Musa dan Elia ? (ayat 4).
  4. Bagaimana perasaan para murid ? bagaimana sikap mereka terhadap peristiwa yang mereka lihat ? (ayat 5)

Apa sebabnya Tuhan Yesus membawa tiga murid saja ? Boleh jadi  mereka merupakan suatu “kelompok inti” dari keduabelas murid. Mereka bertiga juga dibawa Yesus ke taman Getsemani (Matius 26: 37). Ada hal-hal yang hanya diajarkan dan diperlihatkan oleh Tuhan Yesus  kepada ketiga murid ini saja. Mereka adalah sokoguru jemaat atau wakil dari para rasul yang menyaksikan kemuliaan Kristus dalam peristiwa transfigurasi di gunung itu. Rupa Yesus berubah didepan mata mereka. Wajah Yesus bercahaya seperti matahari dan pakaianNya menjadi berkilat-kilat seperti logam terkena matahari. Dalam peristiwa itu mereka melihat Elia dan Musa sedang berbincang-bincang dengan Yesus. Elia adalah nabi yang utama dan terbesar diantara para nabi. Orang selalu mengenangnya sebagai nabi yang selalu menyampaikan suara Allah. Sedangkan Musa adalah pemberi hukum tertinggi Israel. Berkat Musalah bangsa Israel memiliki hukum-hukum Allah. Kedua tokoh besar ini bertemu dengan Yesus, membicarakan tugas agung yang akan dikerjakan Yesus diatas kayu salib untuk menebus dosa-dosa umat manusia. Mereka meyakinkanYesus bahwa Dia berada dijalan yang benar, sehingga mereka mengatakan, “teruskan”.

Petrus tidak mengerti apa yang diperbincangkan Yesus dengan Elia dan Musa. Namun Ia merasa bahagia berada di gunung itu bersama Yesus, melihat kemuliaan Illahi terpancar dari wajah Yesus. Kemudian dengan spontan Petrus  mengatakan kepada Yesus, “Rabi, betapa bahagianya kami berada ditempat ini, baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau,satu untuk Musa dan satu untuk Elia” (ayt 5). Dengan membuat kemah, Petrus ingin berlama-lama menikmati peristiwa transfigurasi tersebut. Sedangkan Yesus ingin segera ke Yerusalem menuntaskan karya terbesar mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia.  Dalam terang kemuliaan Kristus saat transfigurasi keberadaan manusia pada saatnya akan dimuliakan Allah. Karena itu panggilan setiap umat adalah menjalani hidup sesuai kehendakNya.

 

REFLEKSI
Dalam terang transfigurasi, apakah saudara rindu kelak akan dimuliakan Allah ? Untuk menuju kesana, apakah saudara sudah menjalani hidup sesuai kehendak Allah ?

 

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah saya, agar dapat menjalani hidup sesuai dengan kehendakMU.

 

TINDAKANKU
Agar dapat masuk kedalam kemuliaan Allah, saya harus menjalani hidup sesuai kehendak Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*