suplemenGKI.com

Matius 11:2-19

MENDENGARKAN KHOTBAH

PENGANTAR
Penerimaan kita akan firman Tuhan sering kali bergantung pada ”selera” kita.  Jika cara penyampaian khotbah itu cocok dengan selera kita, maka kita dapat mendengarkan dan menerima firman Tuhan itu dengan mudah. Kita bahkan sering mengidolakan pengkhotbah tertentu, namun kurang serius dalam melakukan firman Tuhan yang disampaikan. Tentu, ini bukan sikap yang benar.

PEMAHAMAN

  • Ay. 2-3.  Lihatlah kembali peran dan pelayanan Yohanes Pembaptis di Matius 3:1-3.  Menurut Anda, mengapa Yohanes masih mempertanyakan apakah Yesus itu Mesias atau bukan?
  • Ay. 4-5.  Bagaimana Yesus meyakinkan Yohanes Pembaptis? (bandingkan dengan Yesaya 35:5-6 dan 61:1)  Perhatikan peringatan di ayat 6.  Kepada siapakah peringatan ini diberikan?  Mengapa Yesus memberikan peringatan seperti ini?
  • Ay.7-15.  Yesus memberikan kesaksian-Nya mengenai makna pelayanan Yohanes Pembaptis.  Apa tujuan Yesus menguraikan semua ini?  Kepada siapakah peringatan di ayat 15 itu ditujukan?
  • Ay. 16-19.  Kalimat-kalimat Yesus ini menggambarkan sikap mereka pada umumnya ketika mendengar pemberitaan Injil.  Apakah sikap seperti ini juga masih terjadi pada masa kini?  Menurut Anda,mengapa?

Pertanyaan Yohanes Pembaptis sangat mungkin berhubungan dengan situasinya pada saat itu.  Setelah masuk penjara, Yohanes sadar bahwa dia tidak bisa lagi tampil memberitakan Injil.  Pertanyaan di atas tentunya penting untuk meneguhkan hatinya bahwa tugas dan peranannya – sebagai nabi yang mempersiapkan kedatangan Mesias – memang sudah selesai.  Pertanyaan itu mungkin juga diajukan Yohanes demi kepentingan para muridnya.  Murid-muridnya juga perlu tahu dan percaya bahwa Yesus memang Mesias yang mereka nantikan.  Mereka perlu penegasan ini agar mereka tidak kecewa (melihat apa yang terjadi pada Yohanes) dan kemudian menolak Yesus.

Yesus menjawab Yohanes dengan jawaban yang sederhana namun tepat sasaran.  Yesus mengajak Yohanes melihat bahwa semua mujizat yang dilakukan-Nya merupakan penggenapan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama.  Dengan demikian Yohanes dan para muridnya tahu bahwa Yesus memang Mesias yang telah mereka nantikan.

Setelah meneguhkan iman Yohanes dan para muridnya, sekarang Yesus meneguhkan berbicara kepada orang banyak di sekitar-Nya.  Yesus mengingatkan mereka kepada apa pelayanan Yohanes yang luar biasa.  Namun Yesus mengingatkan bahwa sesungguhnya Yohanes lebih dari pada seorang nabi (ay.9-10).  Yohanes adalah utusan khusus yang mempersiapkan kedatangan Mesias di tengah umat-Nya.  Yohanes memang seorang pengkhotbah yang hebat dan menarik perhatian banyak orang.  Namun, yang terpenting dalam hal ini bukanlah kehebatan si pengkhotbah, melainkan Siapa yang diberitakannya.

REFLEKSI
Banyak orang tertarik hanya pada kehebatan si pengkhotbah, namun tidak pernah memberikan tanggapan serius terhadap apa dan Siapa yang dikhotbahkan.

TEKADKU
Tuhan, berikanlah kepadaku kesungguhan hati untuk mendengarkan dan melakukan firman-Mu.

TINDAKANKU
Dalam  kebaktian Minggu besok, aku akan mendengarkan khotbah dengan serius dan menuliskan di lembar ini apa yang harus aku lakukan. “Firman Tuhan hari ini berpesan kepadaku agar aku … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … .”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*