suplemenGKI.com

KEKAYAAN YANG SEJATI

Markus 10:17-27

Pengantar
Hidup penuh dengan berbagai pilihan. Kalau boleh memilih, mungkin kita hanya memilih hidup yang nyaman, tanpa liku-liku. Bahkan ketika kita ditanya ingin kaya atau miskin, pasti jawaban yang dipilih adalah ingin kaya. Bukan jawaban yang salah, namun kita harus memiliki tujuan yang jelas mengapa ingin jadi orang kaya. Bukan pula suatu larangan untuk menjadi kaya. Namun yang perlu dipahami adalah bagaimana kita memahami kekayaan bukan sekedar materi yang didapat, tapi kekayaan sejati yang selalu diam dalam hidup kita. Marilah kita merenungkan hal ini!

Pemahaman

  • Ayat 17         : Apa pertanyaan yang diajukan oleh orang muda tersebut kepada YESUS?
  • Ayat 18-20   : Bagaimana respon YESUS dan respon pemuda tersebut?
  • Ayat 21-22   : Bagaimana cara YESUS membuka pikiran orang muda tersebut untuk memahami kekayaan yang sesungguhnya?
  • Ayat 23-27   : Apa makna “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk dalam kerajaan surga”?

Sukses di usia muda tidak menjamin memiliki pemahaman yang benar tentang  kekayaan. Inilah yang dihadapi oleh orang kaya dalam bacaan kita hari ini. Orang tersebut bertanya tentang bagaimana cara memperoleh hidup yang kekal ( ayat 17 ). Ada suatu ketidakpuasan dalam hidupnya. Ia menginginkan sesuatu yang lebih dari kekayaannya.

YESUS menyinggung beberapa perintah Taurat, tetapi pemuda itu menjawab bahwa semuanya telah ia turuti sejak masa muda ( ayat 19 ). Memang orang Yahudi adalah orang yang sangat tekun dalam memelihara Taurat, tetapi hanya teori saja, tidak dengan praktiknya.

Menjadi kaya adalah sesuatu yang sangat dipandang dalam kehidupan orang Yahudi. Mereka beranggapan bahwa mereka adalah keturunan Abraham dan rajin memelihara Taurat. Namun mereka salah memahami kekayaan yang sesungguhnya. Oleh sebab itu YESUS mengatakan agar pemuda tersebut menjual apa yang dimilikinya dan membaginya kepada orang miskin ( ayat 21 ). Namun orang tersebut meresponi dengan sedih ( ayat 22 ). Ia tidak rela kehilangan harta yang teah ia kumpulkan bertahun-tahun. Hartanya telah menjadi sandaran hidupnya. Bahkan hatinya telah melekat pada hartanya karena itu hidupnya jauh dari hidup kekal.

Mengikut YESUS berarti melekatkan hati serta menyandarkan hidup pada-Nya sebab Dia adalah kekayaan yang tak ternilai harganya. Dia adalah kekayaan sejati yang tak dapat diukur oleh materi. Ketika kita memiliki KRISTUS sebagai kekayaan sejati maka kita dapat berbagi kasih dan kekayaan yang berasal dari-Nya

Refleksi
Dalam keheningan renungkanlah apakah yang paling Saudara cari dalam hidup ini? Apakah Saudara telah mendapatkan kekayaan sejati dalam hidup ini? Kekayaan yang sejati bukanlah materi, jabatan, atau pekerjaan yang kita miliki. Semuanya akan sirna dalam sekejap sama seperti uap. Ketika kita mati pun, liang kubur tak kan cukup untuk menampung kekayaan kita. Kekayaan yang sejati adalah ketika kita percaya dan menerima YESUS sebagai TUHAN dan Juruselamat serta hidup berjalan dalam kebenaran yang dikehendaki-Nya.

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk mengubah orientasi hidup dari memikirkan perkara duniawi menjadi memikirkan  hidup kekal sehingga aku selalu menyerahkan hidup di tangan-Mu dan berjalan seturut kehendak-Mu.

Tindakanku

  • Hari ini aku mau berbagi berkat dan kasih TUHAN pada mereka yang kekurangan.
  • Aku akan selalu mengisi hati dan pikiranku dengan nilai-nilai kebenaran iman  yang TUHAN ajarkan.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«