suplemenGKI.com

MERAWAT RELASI IMAN

Ibrani 10 : 11 – 25

 

PENGANTAR
Kekristenan menempatkan relasi pribadi dengan Tuhan Allah sang pencipta melebihi segala-galanya. Termasuk melebihi dari aturan-aturan agama dan aktifitas keagamaan. Ketika Tuhan Yesus berbicara tentang hukum yang paling utama adalah mengasihi Tuhan Allah, lalu diikuti mengasihi sesama, sesungguhnya Tuhan Yesus berbicara tentang relasi dengan Tuhan dan sesama. Artinya ketika relasi kita dengan Tuhan Allah dan sesama harmonis maka akan tercipta damai sejahtera. Namun bagaimana jika relasi antara manusia dengan Tuhan Allah terputus atau ada hambatan ? Renungan kita hari ini membicarakan bagaimana merawat relasi kita dengan Tuhan dan sesama.

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana relasi manusia dengan Tuhan Alllah setelah manusia jatuh ke dalam dosa ?
  2. Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus dalam membangun relasi dengan manusia ? (ayat 11-18)
  3. Bagaimana seharusnya kita merawat iman kita ? ( ayat 19-25 )

Dosa adalah perusak relasi (hubungan) antara manusia dengan Tuhan Allah. Akibat dosa manusia tidak lagi bisa menghargai Tuhan Allah dan anugerah-Nya. Dan manusia tidak lagi mungkin datang langsung ke hadirat Tuhan. Ketika manusia akan datang menghadap hadirat Tuhan, manusia harus membawa korban penghapus dosa kepada imam sebagai perantara manusia dengan Tuhan Allah. Kita bisa membayangkan betapa ribetnya dan melelahkan hal itu, karena dilakukan dalam sepanjang sejarah perjanjian lama.

Oleh karena itu, untuk memulihkan kembali relasi (hubungan) antara manusia dengan Tuhan Allah, maka Yesus Kristus mengorbankan Diri-Nya sebagai korban penebusan. Dan korban penebusan yang dilakukan oleh Kristus adalah satu kali untuk selama-lamanya ( ayat 11-18). Korban Yesus Kristus inilah yang menguduskan dan melayakkan umat untuk menghadap Tuhan Allah setiap saat.

Yesus Kristus adalah imam besar yang membuka jalan bagi manusia untuk berjumpa dengan Tuhan Allah ( ayat 19-21). Manusia hanya perlu beriman kepada Yesus Kristus. Dan iman kepada Tuhan Yesus perlu dipegang teguh, jangan sampai terlepas (ayat 22-23). Agar iman itu terawat dan terjaga maka perlu ketaatan dalam beribadah kepada Tuhan. Dalam ibadah itulah kita membangun relasi dengan Tuhan, sehingga harus dilakukan dengan hati yang tulus ikhlas (22), dengan iman dan pengharapan yang teguh ( 22-23). Juga membangun relasi dengan sesama dengan cara saling memperhatikan, saling mendorong dalam kasih dan pekerjaan baik serta saling menasehati agar tidak meninggalkan ibadah (ayat 24-25). Dengan demikian relasi iman kita dapat terawat dengan baik. Amin.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan ! Bagaimana cara anda merawat iman ? Bagaimana relasi anda dengan Tuhan dan sesama ?

TEKADKU
Ya Tuhan, saya bersyukur kepada-Mu, karena Yesus Kristus sang Imam Besar itu telah mengorbankan Diri-Nya, agar hubungan manusia dengan Tuhan Allah dapat terbangun kembali. Ketika saya beriman kepada-Mu, tolonglah supaya iman itu jangan sampai goyah. Tolonglah saya dalam merawat iman percaya saya kepada-Mu. Amin.

TINDAKANKU
Saya akan merawat iman saya dengan cara berdoa, belajar Firman Allah dan beribadah dengan sungguh-sungguh.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*