suplemenGKI.com

Sabtu, 13 Maret 2021

12/03/2021

Efesus 2:11-22

 

“KRISTUS ADALAH PENDAMAI BAGI SEMUA”

Pengantar:
Hidup dalam perseteruan, perselisihan atau permusuhan adalah sangat menyakitkan, karena kita dibelenggu dan diintimidasi oleh perasaan tidak senang, benci dan marah kepada orang lain. Tidak jarang suasana itu terjadi di rumah tangga, persekutuan atau pekerjaan sehingga menjadi seolah-olah seperti berada di dekat api yang sedang membara. Imbasnya bisa mempengaruhi semua yang ada dalam komunitas tersebut yang akhirnya menjadikan segalanya tidak damai. Bagaimanakah agar kedamaian hadir di dalam hidup baik secara personal maupun secara komunal?

Pemahaman:

1)      Apa yang melatarbelakangi teks Efesus 2:11-20, sehingga ada kesan ketidakdamaian?

2)      Apa yang hendak dijelaskan Paulus melalui kehadiran Kristus? (v. 12-22)

Bangsa Yahudi sangat bangga dan merasa superior dari bangsa-bangsa lain karena mereka adalah umat pilihan Allah (Band Kej 17:7; Ul 14:2). Di jemaat Efesus ada orang-orang Kristen Yahudi yang merasa mereka lebih baik karena mereka adalah umat pilihan Allah yang sangat berpegang pada Taurat dengan segala ketentuannya, terutama dalam hal sunat jasmani. Sebaliknya orang-orang Non Yahudi yang percaya karena pemberitaan Injil Paulus dan Rasul-rasul yang lain, tidak jarang mereka merasa minder karena dianggap tidak memenuhi ketentuan hukum Taurat terutama tidak melakukan sunat jasmani. Hal itu menjadi pemicu ketidakharmonisan antara orang Kristen Yahudi dan Non Yahudi di Jemaat Efesus. Rasul Paulus mengingatkan bahwa di dalam Kristus Yesus kamu yang dahulu jauh sudah menjadi dekat oleh darah Kristus, artinya pengorbanan Kristus telah merobohkan tembok pemisah di antara mereka yang berupa aturan hukum Taurat dan segala ketentuannya yang kaku karena sudah disempurnakan di dalam Kristus, sehingga kedua belah pihak sama-sama didamaikan di dalam Kristus dan dipersatukan dalam satu tubuh Kristus. Kematian Kristus telah mempersatukan baik Yahudi maupun Non Yahudi. Di dalam Kristus setiap mereka yang percaya kepada Kristus telah menjadi anggota-anggota keluarga Allah. Kematian Kristus telah mempersatukan orang percaya dalam Satu tubuh, Satu keluarga dan Satu bangunan, yang berarti berkaitan erat satu sama lain. Penghayatan demikian juga berlaku bagi setiap orang percaya tanpa melihat latar belakang dan perbedaan yang ada. Dia mati untuk menyelamatkan kita sekaligus memperdamaikan kita satu sama lain dalam ikatan kasih-Nya.

Refleksi:
Saudara, Tuhan Yesus telah mempersembahkan diri-Nya untuk memperdamaikan kita dengan diri-Nya dan juga memperdamaikan kita semua sebagai sesama anggota tubuh Kristus. Maka marilah kita hidup berdamai satu sama lain tanpa memandang perbedaan.

Tekadku:
Tuhan, ajarlah kami untuk boleh saling berdamai, saling menerima dan saling mengasihi sebagai sesama anggota tubuh Kristus agar pengorbanan-Mu tidak menjadi sia-sia.

Tindakanku:
Mari saudara-saudara, kita hidup dalam damai satu dengan yang lain, jangan ada lagi perselisihan di antara kita, agar dunia melihat Kristus ada dalam kita anak-anak-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*