suplemenGKI.com

Sabtu, 13 Juni 2015.

12/06/2015

Sabtu, 13 Juni 2015.

Markus 4:26-29

 

Benih ditaburkan seolah hilang, tetapi tumbuh pada waktunya.

PENGANTAR:
Suatu ketika saya berkesempatan menginap di sebuah desa penghasil kacang kedelai. Pada malam ketika saya berbincang dengan tuan rumah tempat saya menginap yang adalah petani kacang kedelai, saya bertanya, “mau diapakan kacang kedelai ini” jawabnya, “kacang kedelai ini besok akan ditanam di ladang” Jumlahnya kira-kira 5 kg. Saya kemudian bertanya “kalau jumlah segini, nanti bisa menghasilkan berapa?” Jawabnya “kalau cuaca bagus bisa 50 kwintal” Saya kaget, benih hanya sekitar 5 kg, bisa menghasilkan 50 kwintal. Saya berpikir, besok kacang kedelai itu sudah hilang, masuk dalam tanah, tetapi kira-2 lima bulan kemudian rumah ini akan penuh dengan kacang kedelai (sudah panen) jika prediksi itu tepat.

PEMAHAMAN:

  1. Ay. 26 Seorang yang menabur benih adalah gambaran orang yang dipanggil untuk memberitakan Injil.
  2. Ay. 27-28 Benih Injil setelah diberitakan, seakan hilang, tidak berdampak saat itu. Tetapi benih Injil itu sedang berproses dalam diri pendengar.
  3. Ay. 29 Injil yang ditabur akan menghasilkan buah yang banyak, memenuhi hidup orang yang menerimanya.

Ketika Tuhan Yesus mengajar  murid-murid-Nya, Ia seringkali memakai suatu perumpamaan. Bagian ini Yesus memakai perumpamaan tentang benih yang tumbuh untuk mengajar murid-murid tentang kerajaan Allah. Injil yang diberitakan ibaratnya seperti benih yang ditabur di dalam tanah, pada saat ditaburkan benih itu seperti hilang, namun benih itu sedang berproses. Proses pertumbuhannya akan baik jika tanah telah dipersiapkan dengan baik. Begitu juga firman Tuhan yang diberitakan, Ia akan berproses di tanah hati yang siap menerima benih firman Tuhan itu. Dampaknya kemudian akan terlihat ketika seseorang yang menerima dengan ikhlas dan rendah hati diubahkan, sehingga hidupnya yang tadi tidak bermakna menjadi bermakna. Ketika hidup seseorang telah ditumbuhi benih firman Tuhan, ia pasti akan menampilkan kehidupan yang berbuah kebaikan, kasih dan kebenaran. Sehingga orang lain akan menikmatinya (ia menjadi berkat bagi orang lain). Petani mana yang tidak bersukacita jika benih yang kecil ketika ditabur, kemudian menghasilkan buah yang banyak? Tuhan juga demikian, ketika benih firman Tuhan yang diberitakan menghasilkan banyak jiwa-jiwa baru, maka seluruh surga bergemuruh dengan sorak – sorai. Mari kita setia menabur benih firman Tuhan melalui hidup yang mencerminkan firman Tuhan.

 

REFLEKSI:
Tahukah anda, bahwa jika benih firman Tuhan ada dalam hati kita, apa yang kita ucapkan, lakukan dan perbuat, itu adalah firman Tuhan  yang sedang ditabur di tanah sekitar kita, suatu saat benih firman Tuhan itu akan bertumbuh dalam hidup orang yang berelasi dengan kita.

 

TEKAT:
Tuhan, tolonglah agar setiap perkataan, sikap dan perbuatanku adalah benih firman Tuhan.

TINDAKAN:
Mulai hari ini, saya akan berkata-kata, bersikap dan berbuat seolah-olah sedang menabur benih firman Tuhan kepada siapapun yang berelasi dengan saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«