suplemenGKI.com

“SIAPAKAH SESAMAKU MANUSIA?”

PENGANTAR

Melalui perumpamaan ini kita akan menemukan bahwa masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat kita saat ini adalah akibat dari pola pikir dan sikap hidup yang sama dengan ahli Taurat terhadap sesamanya di zaman itu.

PEMAHAMAN

  1. Ayat 29: Perhatikan apa yang menjadi latar belakang munculnya pertanyaan ini?
  2. Dengan latar belakang tersebut, apasebenarnya yang ingin ia tunjukkan pada Yesus?
  3. Dengan perumpamaan yang Yesus sebutkan, simpulkan siapakah yang adalah sesama Anda?

 

Pada renungan kemarin, kita membaca bagaimana Yesus menyingkap bahwa ahli Taurat itu hanya tahu tentang kasih tetapi tidak melakukannya. Rupanya ia masih berusaha untuk membenarkan dirinya dengan bertanya, siapakah sesamaku manusia? Dengan kata lain seakan ia mau berkata, “Coba tunjukkan sesama mana/siapa yang belum aku kasihi? Bukankah aku sudah hidup mengasihi?”

Untuk menjawab pertanyaan dari ahli Taurat, Yesus menceritakan tentang perumpamaan tentang seorang yang jatuh ke tangan penyamun dalam  perjalanannya dari Yerusalem ke Yerikho. Dan di akhir perumpamaan tersebut, Yesus menuntun ahli Taurat itu pada pengakuan bahwa yang harus diteladani adalah orang Samaria, diantara ketiga orang yang lewat. Padahal orang Samaria direndahkan, dihina oleh orang Yahudi, namun ketika ia melihat ada orang Yahudi yang kesusahan karena dirampok, ia menunjukkan kasih. Orang Samaria dapat melaksanakan kasih dalam wujud perhatian dan pertolongan tanpa melihat latar belakang dari korban tersebut.

Dengan demikian melalui perumpamaan ini Yesus memperluas arti sesama bagi ahli Taurat yang hanya menganggap sesamanya adalah sesama orang Yahudi dan seagama, itu pun masih ada batasan-batasan lain seperti tidak berdosa, bukan pelacur, orang kusta, pemungut cukai, dll. Cerita Yesus menjawab bahwa tidak ada orang yang bukan sesamanya. Sesama bukanlah soal darah, atau kebangsaan, atau persekutuan keagamaan, tetapi ditentukan oleh sikap yang dimiliki seseorang terhadap orang lain.Sesama bukan hanya orang yang pasdi hati kita sesuai batasan yang kerap dibuat oleh masyarakat seperti  persamaan ras, jabatan, intelektual, agama, atau materi saja.

REFLEKSI

Perhatikanlah dengan baik masyarakat kita, mungkin juga terjadi sangat dekat dengan kita: keluarga, tempat kerja, bahkan diri kita sendiri. Orang mulai mendefinisikan ulang siapa dan arti sesama bagi mereka sesuai dengan kepentingan masing-masing. Siapa yang kerapkali dianggap sebagai sesama oleh seseorang dan siapa yang tidak diperlakukan sebagai sesama?

 

TEKADKU

Bapa di Surga, pilihan dan perlakuanku terhadap orang-orang tertentu saja untuk kukasihi menunjukkan keegoisanku. Beri aku keberanian untuk menunjukkan kasih yang tidak egois, melainkan kasih yang tulus sebagaimana kasih yang Engkau berikan kepadaku.

TINDAKANKU

Hari ini aku akan menunjukkan kasihku kepada golongan yang sering dianggap di bawah derajatku, salah satunya yaitu kepada ______________ (siapa?) dengan cara : _______________ (bagaimana?)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*