suplemenGKI.com

MENJAGA NYALA CAHAYA KEMULIAAN TUHAN

2 Korintus 4:1-6

 

Pengantar
Menyalakan api pada malam hari ketika berkemah di atas gunung adalah hal yang penting karena dapat membantu kita untuk menghangatkan tubuh dari dinginnya udara yang ada di sekitar kita, tetapi menyalakan dan menjaga api itu agar terus menyala sampai menjelang pagi memang memerlukan usaha yang lebih ekstra agar nyala api itu tidak mudah tertiup angin atau kayu yang digunakan tidak cepat basah karena embun yang menetes. Hal yang sama juga terjadi pada usaha dan cara kita ketika kita rindu untuk menjaga nyala cahaya Kristus di dalam kehidupan kita.

Pemahaman

  • Ayat 1-2               : Apa masalah pertama yang diungkapkan oleh Paulus?
  • Ayat 3-4               : Apa masalah lain yang juga diungkapkan oleh Paulus?
  • Ayat 5-6               : Apa nasehat Paulus bagi jemaat di Korintus?

Jemaat Korintus adalah jemaat yang memiliki persoalan yang cukup rumit. Bukan hanya karena tantangan eksternal berupa ajaran serta pergaulan yang mudah membuat mereka jatuh ke dalam dosa dan meninggalkan Tuhan, tetapi juga ada tantangan internal yang terjadi di dalam jemaat yang bisa membuat mereka tidak lagi mampu merasakan kehadiran Yesus Kristus di dalam kehidupan. Dalam rangkaian bacaan ini, Paulus mengkategorikan beberapa masalah yang terjadi pada saat itu. Pertama, masalah tawar hati. Kedua, masalah hadirnya kelompok orang yang sudah terjebak oleh ilah zaman. Kedua hal inilah yang dapat membuat nyala cahaya kemuliaan Tuhan menjadi cepat padam.

Paulus langsung memulai bagian ini dengan menyampaikan agar pelayanan yang dilakukan oleh jemaat Korintus tidak dilakukan dengan tawar hati. Paulus juga langsung menggunakan pengalamannya untuk menunjukkan bahwa yang ia kerjakan untuk jemaat di Korintus tidak pernah dilakukannya dengan tawar hati. Tawar hati adalah sebuah perasaan yang dapat membuat segala sesuatu menjadi hambar, bahkan dapat mematikan cahaya kemuliaan Tuhan di dalam hati. Penyebab utama dari tawar hati adalah berlaku licik dan memalsukan firman Allah. Beberapa penafsir menggambarkan perilaku ini berkaitan dengan persoalan ajaran-ajaran palsu yang mereka terima dan rasa enggan untuk menderita karena pemberitaan Injil, sehingga kisah Yesus Kristus tidak lagi terlihat dengan jelas.

Paulus juga menekankan soal hadirnya kelompok yang terjebak oleh ilah zaman.  Kelompok ini didefinisikan sebagai kelompok yang tertutup akan pemberitaan Injil. Ilah zaman yang dimaksudkan oleh Paulus adalah semua hal yang ada di luar Tuhan yang dapat membuat mereka berpaling dari-Nya. Paulus mengungkapkan kehadiran Yesus Kristus sebagai cahaya Injil Kemuliaan. Maksudnya adalah kehadiran Kristus merupakan gambaran Allah yang nyata di dalam kehidupan manusia. Paulus tidak ingin jemaat Korintus terjebak pada kemuliaan pribadi dan bukan melihat cahaya kemuliaan Tuhan. Paulus mengutip Firman Allah bahwa hanya Dialah yang akan membawa manusia untuk beranjak dari gelap menuju terang. Paulus ingin agar semua orang di jemaat Korintus dapat merasakan terang itu bercahaya bagi kehidupan mereka.

Refleksi
Ada banyak hal yang dapat membuat terang cahaya kemuliaan Tuhan menjadi redup di dalam hati kita. Hal itu bisa terjadi apabila kita terlalu memfokuskan pikiran kita pada permasalahan-permasalahan yang saat ini kita hadapi atau pencapaian pribadi tanpa keterlibatan Tuhan. Pada hari ini, surat kepada jemaat di Korintus mengingatkan kita bahwa kita jangan sampai terjebak oleh ilah zaman yang mampu mengalihkan fokus kita dari Tuhan dan membuat cahaya kemuliaan Tuhan di dalam hati kita menjadi padam. Kini waktunya bagi kita untuk menjaga nyala cahaya itu dengan terus menghadirkan Kristus di dalam kehidupan kita. Jika nyala cahaya kemuliaan Tuhan terus ada, maka kita akan bersemangat melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan nama-Nya.

Tekadku
Tuhan, mampukanlah saya untuk menjaga nyala cahaya kemuliaan-Mu di dalam hati ini, agar saya semakin bersemangat untuk melakukan segala sesuatu di dalam kehidupan ini untuk memuliakan nama-Mu.

Tindakanku
Setiap kali melakukan suatu kegiatan, saya akan menambahkan doa saya dengan kalimat “saya akan melakukan kegiatan ini untuk memuliakan nama-Mu”.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*