suplemenGKI.com

KUASA TUHAN NYATA

Lukas 1:5-17

 

 

Pengantar
Manusia sering kali hanya berpikir sesuai dengan kemampuannya, hal-hal yang diluar jangkauan pemikirannya sering kali dianggap mustahil dan bahkan ditolaknya. Maka tidaklah heran kalau manusia akhirnya hanya mengandalkan akal pikirannya saja. Manusia lebih senang menilai atau menghargai segala sesuatu dari kemampuan berpikirnya, kalau tidak sesuai dengan kemampuan pikirannya maka dianggap aneh bahkan salah. Bagaimana bacaan kita pada hari ini?

 

Pemahaman
-Ay  5-7,Situasi yang bagaimanakah yang terjadi dalam diri Zakharia dan Elisabet?
-Ay 8-10, Apa yang terjadi dengan rombongan Zakharia?
-Ay 11-13, Apa yang terjadi waktu Zakharia di Bait Suci?
-Ay 14-17, Apa yang akan terjadi pada diri anak Zakharia yang akan datang?

Pada jaman Herodes, hiduplah seorang imam yang saleh, yang menuruti perintah dan ketetapan Allah  yang tidak bercacat bernama Zakharia dan istrinya Elisabet keturunan Harun, mereka berdua terkenal sebagai orang yang taat kepada Allah. Pada waktu itu sudah lama tidak muncul lagi seorang nabi, bagi bangsa Israel. Zakharia dan Elisabet tidak mempunyai anak, dan mereka juga sudah lanjut usia.

Pada suatu hari, setelah diundi ternyata rombongan dari Zakharia mendapat giliran untuk membakar ukupan. Imam Zakharialah yang memimpin pembakaran ukupan tersebut.

Waktu Zakharia masuk ke Bait Suci, disebelah kanan mezbah pembakaran ukupan tampaklah malaikat Tuhan dan menyapa Zakharia, dengan mengatakan bahwa doa-doa Zakharia dikabulkan dan Elisabet akan mengandung dan anaknya harus diberi nama Yohanes.

Bagi Zakharia hal ini sulit terjadi karena ia dan istrinya sudah tua, tidak masuk akal kalau Elizabet dapat mengandung dan memiliki anak darinya, karena Elisabet juga dianggap mandul.

Malaikat Tuhan bukan hanya memberitahu tentang akan lahirnya seorang laki-laki dari Elisabet, namun malaikat Tuhan juga menceritakan bagaimana anak itu akan membawa perubahan yang besar bagi bangsa Israel.

Zakharia sempat meragukan kuasa Tuhan yang dapat melampaui akal pikirannya, namun berjalannya waktu Zakharia menyadari bahwa kuasa Tuhan terus bekerja bagi anak-anakNya yang taat dan setia kepadaNya.

 

Refleksi
Ambillah beberapa menit untuk merenungkan: sejauh mana saya mengandalkan akal pikiran saya? Dan seberapa sering saya mengandalkan Kuasa Tuhan dalam hidup saya?

 

Tekadku
Ya, Tuhan ampunilah saya, yang sering menganggap bahwa akal pikiranan itu nomer satu dalam hidup saya, sehingga saya kurang menjadi orang-orang yang bersandar kepada Kuasa Tuhan.

 

Tindakan
Hari ini, menyadari apa yang akan saya pikirkan dan lakukan semua karena Tuhan yang memampukan saya dan bekerja dalam diri saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*