suplemenGKI.com

Sabtu, 13 April 2013

12/04/2013

MENDENGAR DAN MELAKUKAN

Yohanes 21: 1-14

 

Pengantar
Setiap kita pasti memiliki persoalan dalam hidup ini.  Namun terkadang karena tekanan persoalan hidup yang berat, dapat membuat seseorang putus asa atau kehilangan pengharapan.  Dalam keadaan seperti itu tidak jarang seseorang merasa Tuhan tidak mengasihi dan menyertainya.  Hal itu juga dialami para murid Tuhan Yesus setelah kematian-NYA, mereka mengalami ketakutan, sedih dan kehilangan pengharapan.  Bagaimana para murid dapat terlepas dari situasi itu dan kembali merasakan kehadiran-NYA?

 Pemahaman

  • Bagaimana keadaan Petrus dan kawan-kawan setelah kemaatian-NYA? (ayat 1-4)  
  • Bagaimana Tuhan Yesus menampakkan diri kepada para murid? (ayat 5-6)
  • Apa yang terjadi setelah para murid menyadari kehadiran Yesus? (ayat 7-14)

Kematian Yesus membuat Petrus dan kawan-kawan kembali menjalani pekerjaan lama yaitu sebagai nelayan.  Dengan keahlian menangkap ikan, mereka berharap dapat kembali menjalani hidup dengan baik dan dapat melupakan kesedihan karena kehilangan Sang Guru.  Namun, usaha mereka  tidak memperoleh hasil walaupun semalaman menebar jala di danau ( ay.3).  Tentu saja membuat hati mereka semakin galau dan tidak tahu lagi apa yang harus mereka lakukan. 

Ketika hari mulai siang, saatnya nelayan harus kembali kedarat, mereka mendengar suara dari tepi pantai memberi petunjuk untuk menebarkan jala kesebelah kanan.  Mereka melakukan perintah itu tanpa membantah, padahal semalaman mereka sudah menebarkan jala.  Diluar dugaan, hasil mereka mendapat ikan sangat banyak.  Saat itu juga para murid menyadari bahwa Sang Pemberi Petunjuk adalah Guru mereka yaitu Yesus yang sudah bangkit (ay.7).  Petrus dan kawan-kawan menyadari kehadiran Yesus di tengah-tengah mereka, sehingga kembali memiliki semangat dan harapan baru.  Dengan sukacita mereka menghampiri-NYA.  Ketika Tuhan Yesus mengajak makan, mereka tidak lagi bertanya “siapakah orang di hadapan mereka?”  Sebab mereka bisa mengenal-NYA dari apa yang dilakukan-Nya (ay.12).

Dalam kegalauan, para murid mau mendengar petunjuk Tuhan-Nya.  Setelah mendengar, mereka bersedia melakukannya.  Inilah ketaatan yang sejati kepada Sang Pemberi Petunjuk, dengan mengesampingkan keegoisan diri.  Itulah iman yang sejati.  Dia tidak pernah membiarkan murid-murid-Nya menjalani hidup tanpa pengharapan.  Dia hadir dan menyatakan berkat-Nya.

Refleksi
Dalam menghadapi pergumulan, masih bisakah kita mendengar suara Tuhan melalui firman-NYA?  Adakah hati dan pikiran kita terbuka terhadap petunjuk-NYA dan dengan rela melakukannya? 

Tekadku
Dalam pergumulan hidup yang selalu ada, aku harus menyediakan waktu untuk mendengar petunjuk melalui firman-NYA.  Petunjuk-Nya adalah pedoman hidupku!

Tindakanku
Hari ini aku akan melakukan petunjuk-Nya dan membuka hati untuk merasakan kehadiran-NYA dalam setiap langkah hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«