suplemenGKI.com

DINAMIKA IMAN

Ibrani 11:29-40

 

PENGANTAR
Bagi orang percaya, iman adalah kebenaran yang nyata.  Iman merupakan pengharapan yang pasti sehingga apa yang tidak dapat kita lihat bisa kita rasakan ‘lebih nyata’. Mengapa demikian?  Sebab akar dari iman adalah suatu keyakinan bahwa Allah ada melebihi segala sesuatu yang dapat kita raba, kita pegang, kita lihat, dan kita rasa.  Dalam relasi dengan-Nya maka kita pasti mengalami bagaimana Allah nyata.  Melalui perikop ini kita belajar sisi lain kehidupan beriman.

PEMAHAMAN

Ayat 29-31      : Bagaimana orang-orang beriman mengalami Tuhan itu nyata?

Ayat 35-38      : Apa konsekuensi iman yang bisa terjadi dalam dinamika iman kita?

Dalam iman kepada-Nya, pernahkah saudara menghadapi situasi yang sulit untuk dihadapi?

Sebagai orang percaya, tentu kita telah memiliki pengalaman bahwa Allah itu hadir bekerja setiap saat dalam kehidupan kita.  Dalam perikop ini menunjukkan bahwa karena iman, orang-orang beriman, akhirnya keluar sebagai pemenang dan menerima kemuliaan dari Allah.  Jika menyimak kehidupan tokoh-tokoh iman dalam perikop ini, maka kita melihat bahwa ada hal penting yang mereka lakukan yaitu selalu mengusahakan agar memiliki relasi atau hubungan dengan-Nya setiap saat.  Itulah yang dialami dan dilakukan tokoh-tokoh iman dalam perikop yang kita baca (ay.1-31).  Ada upaya menjalin hubungan dengan-Nya dalam keadaan apapun, dan ada pula pengalaman yang nyata bersama-Nya dalam keadaan apapun.

Apakah kehidupan beriman itu hanya sebatas itu?  Ternyata tidak!  Orang beriman, termasuk setiap kita saat ini, seharusnya memiliki pemahaman bahwa beriman kepada-Nya tidak pernah menjamin kehidupan terbebas dari penderitaan ataupun ujian.  Kehidupan para saksi iman adalah buktinya.  Ay.35-38 “Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan.  Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa…Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.  Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba…sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan…Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.”  Sejarah gereja juga sudah membuktikan bahwa banyak orang percaya yang sudah secara rela dan sadar memilih untuk menderita bahkan mati karena pilihan imannya.

Allah adalah sebuah realita yang mutlak dan Dia memampukan kita memperoleh kemenangan dalam iman kepada-Nya.  Iman akan membawa kita kepada keselamatan kekal, kepada keberanian untuk tetap melangkah meskipun masa depan tidak menentu juga kepada pemahaman bahwa ada konsekuensi yang bisa terjadi menguji keteguhan iman.  Itulah dinamika iman.

REFLEKSI
Renungkanlah: Dalam iman pengalaman bersama-Nya itu nyata.  Mari siapkan hati berelasi dengan-Nya saat menghadapi tantangan yang menguji keteguhan iman kita.

TEKADKU
Tuhan tolong saya agar tidak hanya teguh beriman saat Engkau berkarya nyata tetapi justru di saat menghadapi tantangan yang menguji keteguhan iman kepada-Mu. 

TINDAKANKU
Aku mau membangun iman agar setia kepada-Nya untuk menghadapi tantangan dan kesulitan dalam dinamika iman kepada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«