suplemenGKI.com

Yosua 3:1-6

IMAN DAN KETAATAN

PENGANTAR
Sungai Yordan adalah batas akhir perjalanan Musa memimpin bangsa Israel (Ulangan 31:2).  Setelah kematian Musa, Yosua harus menggantikannya memimpin umat Israel menyeberangi sungai Yordan dan masuk ke tanah perjanjian.  Itulah sebabnya Yosua melepaskan dua orang pengintai untuk mengamat-amati keadaan kota Yerikho (Yos 2:1a).  Kedua pengintai ini menceritakan bagaimana seluruh penduduk Yerikho ketakutan menghadapi mereka (Yos 2:24).  Tentu saja, kabar baik ini membuat Yosua yakin bahwa Tuhan telah menyerahkan kota Yerikho kepada mereka.  Yosua pun bangun pagi-pagi dan bergegas melanjutkan perjalanannya menuju Yerikho.

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-2.      Sesampai di tepi sungai Yordan mereka bermalam dan menunggu hingga tiga hari.  Menurut Anda, mengapa?  (Selain mempertimbangkan dua ayat ini, lihat juga penjelasan mengenai sungai Yordan dalam 3:15b)
  • Ayat 3-4.      Dalam penyeberangan ini tabut perjanjian Tuhan akan berjalan mendahului mereka.  Apa arti keberadaan tabut Tuhan dalam penyeberangan ini?  (Tentang tabut perjanjian dan artinya bagi mereka, bacalah kembali Keluaran 25:10-22).
  • Ayat 5-6.      Apa yang harus mereka lakukan sebagai persiapan untuk penyeberangan itu?  Apakah mereka sudah tahu mukjizat seperti apa yang akan terjadi?

Di bagian awal perikop ini kita dapat melihat semangat Yosua dan orang-orang Israel yang bersiap untuk melanjutkan perjalanan mereka, merebut kota Yerikho.  Setelah berangkat dari Sitim dan berjalan sepanjang 16 Km, mereka pun sampai di tepi sungai Yordan.  Sampai di sini mereka pun segera menyadari bahwa perjalanan menuju Yerikho bukanlah sebuah perjalanan yang mudah.  Sungai Yordan yang berada di hadapan mereka sedang meluap di sepanjang tepinya.  Mereka menunggu selama tiga hari karena memang tidak ada yang dapat mereka lakukan untuk melewati sungai itu.

Haruskah perjalanan mereka terhenti oleh air sungai Yordan?  Tentu saja, tidak.  Justru ketika menghadapi hambatan seperti inilah Tuhan menyatakan kehadiran-Nya untuk memimpin mereka.  Tabut perjanjian – yang merupakan simbol kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya – akan berjalan di depan mereka. Mereka hanya diminta berjalan di belakang tabut itu dengan menjaga jarak sekitar satu kilometer. Mereka harus menjalaninya dengan iman dan ketaatan.  Karena itulah mereka juga harus menguduskan diri.

Perlu diperhatikan bahwa sampai sejauh ini belum diberitahukan adanya mukjizat yang akan terjadi.  Namun, mereka harus mempersiapkan diri mereka.  Kita sering tidak tahu apa yang akan Tuhan lakukan bagi kita.  Tapi kita harus senantiasa mempersiapkan diri kita.  Kekudusan dan ketaatan adalah persiapan yang penting untuk melihat karya ajaib Tuhan di dalam hidup kita.

REFLEKSI
Menghadapi hidup yang penuh kesulitan, iman dan ketaatan jauh lebih penting dari pada semangat yang menggebu-gebu.

TEKADKU
Tuhan, terus ingatkanlah aku untuk memperhatikan pertumbuhan imanku. Ajarlah aku untuk lebih taat kepada-Mu.

TINDAKANKU
Dalam minggu ini, aku akan bertanya dan meminta saran kepada seseorang mengenai bagaimana seharusnya aku merawat dan menumbuhkan imanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*